METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Prestasi membanggakan kembali diraih Inggit Soraya. Bunda PAUD Kota Pekalongan tersebut menerima penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 kategori Transformasi Pendidikan Penggerak Angka Partisipasi Sekolah PAUD.
API tersebut diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang di Ballroom Quest Hotel Semarang, Jumat malam 22 Mei 2026.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Radar Semarang, Baehaqi, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi Inggit Soraya dalam meningkatkan akses, partisipasi, serta kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Inggit Soraya hadir didampingi Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri, serta jajaran Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan.
Usai menerima penghargaan, Inggit mengaku bersyukur dan tidak menyangka atas penghargaan yang diterimanya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas bagi masyarakat.
“Saya tentu tidak menyangka bisa menerima penghargaan ini. Namun Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah menyelenggarakan penghargaan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan akhir perjuangan, melainkan motivasi untuk terus memperkuat layanan pendidikan usia dini agar semakin berkualitas dan merata.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan generasi masa depan.
Karena itu, inovasi dan kolaborasi di bidang pendidikan harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Mudah-mudahan ke depan, dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang terus diperkuat, pendidikan di Indonesia semakin berkualitas serta mampu mempersiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan siap menghadapi masa depan,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Semarang atas penyelenggaraan API 2026 yang dinilai menjadi bentuk penghormatan bagi para pejuang pendidikan.
“Acara ini sangat luar biasa. Para penerima penghargaan ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang pengabdiannya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Meski begitu, menurut Mas Aaf, dunia pendidikan masih menghadapi banyak pekerjaan rumah, mulai dari kenakalan remaja, balap liar, hingga tawuran pelajar yang masih melibatkan anak usia sekolah.
“Kita tidak bisa menyalahkan orang tua, guru, atau sistem pendidikan saja. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga menilai pendidikan formal perlu diperkuat dengan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter anak-anak.
Mas Aaf berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi insan pendidikan untuk terus mengabdi tanpa lelah demi mencetak generasi bangsa yang lebih baik.
“Mudah-mudahan para pahlawan pendidikan ini semakin semangat mengabdi dan mendapat keberkahan atas dedikasinya,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla