METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan. Rapor Pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan.
Capaian paling mencolok terlihat pada Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5-6 tahun yang berhasil menembus angka 100 persen. Ini jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 91,87 persen.
“Hasil ini menjadi bukti semakin banyak anak usia dini yang memperoleh akses pendidikan sejak awal kehidupan mereka,” kata Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Pokja Bunda PAUD, Dindik, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan, serta satuan pendidikan melalui pelaksanaan Program Jaring AUD di Kota Pekalongan.
Program Jaring AUD ini, imbuhnya, menjadi strategi penting untuk menjangkau anak-anak usia dini yang belum mengakses layanan pendidikan.
Program ini melibatkan kader Posyandu di setiap kelurahan guna mendata sekaligus mengajak orang tua menyekolahkan anaknya ke lembaga PAUD.
“Berkat kerja sama semua pihak, capaian Rapor Pendidikan PAUD tahun ini menunjukkan hasil yang sangat baik. Kami ingin memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas sejak dini,” katanya saat Sosialisasi Jaring AUD di Aula Dindik Kota Pekalongan, Rabu 17 Juni 2026.
Selain meningkatkan akses pendidikan, program tersebut juga dibarengi edukasi kepada orang tua tentang pentingnya PAUD bagi tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif, aspek kesehatan anak turut diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan pembentukan generasi yang sehat serta cerdas.
Sementara itu, Sekretaris Dindik Kota Pekalongan Siti Nurul Izzah mengungkapkan, indikator lain juga berhasil melampaui target.
Proporsi satuan PAUD terakreditasi minimal B mencapai 84,79 persen, lebih tinggi dari target 84,03 persen.
Adapun proporsi guru PAUD berkualifikasi S1/D4 mencapai 89,62 persen, melampaui target sebesar 85,27 persen.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan.
“Meski target telah terlampaui, kami tidak akan berhenti. Karena indikator ini merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal, berbagai inovasi dan terobosan akan terus dilakukan agar kualitas PAUD di Kota Pekalongan semakin baik dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Pemkot Pekalongan, sebut Inggit, berharap capaian positif ini menjadi pijakan untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi unggul sejak usia emas. (han/ida)