Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tegaskan MPLS Sekolah Wajib Bebas Perploncoan dan Perundungan

Lutfi Hanafi • Senin, 13 Juli 2026 | 17:23 WIB
HIMBAUAN : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Diah Ayu Ratnasari, saat membuka pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Pekalongan, Senin (13/7/2026).(ist)
HIMBAUAN : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Diah Ayu Ratnasari, saat membuka pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Pekalongan, Senin (13/7/2026).(ist)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai di seluruh SMA dan SMK di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII.

Dalam masa MPLS seluruh sekolah diingatkan agar tidak melakukan praktik perploncoan, kekerasan maupun perundungan dalam bentuk apa pun demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik baru.

Penegasan itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Diah Ayu Ratnasari, saat membuka pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Pekalongan, Senin (13/7/2026).

Menurut Diah, MPLS bukan sekadar kegiatan penyambutan siswa baru, tetapi menjadi tahapan penting untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan budaya belajar, sekaligus membentuk karakter positif sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan menengah.

Baca Juga: Festival Bubur Suro Pekalongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda, Pemkot Gandeng Masyarakat Jaga Tradisi Leluhur

Baca Juga: Dua Kelompok Masyarakat Protes Lokasi PSEL Pekalongan, DPRD Sebut Aduan Salah Alamat Namun Aspirasi Tetap Ditampung

Selama kegiatan berlangsung, para murid diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, tata tertib, budaya sekolah, hingga sistem pembelajaran agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

"Kami berharap MPLS menjadi kegiatan yang nyaman sehingga peserta didik merasa aman, tidak takut, mampu berinteraksi dengan teman maupun guru, serta dapat beradaptasi dengan baik meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda," ujar Diah.

Ia menegaskan, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan suasana yang inklusif dan humanis. Karena itu, tidak boleh ada tindakan perploncoan, kekerasan, intimidasi maupun perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital.

"Mulai dari kakak kelas, guru, kepala sekolah hingga tenaga kependidikan harus mampu merangkul peserta didik baru agar mereka merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran," tegasnya.

Baca Juga: Kirab 5.000 Tangkir Bubur Suro Tutup Syafaat Festival 2026, Puluhan UMKM Dongkrak Ekonomi Warga Pekalongan

Baca Juga: Kicau Mania Piala SBS 2026 di Pekalongan, Hobi Burung Berkicau Berbuah Wakaf dan Berdayakan Masyarakat

Untuk memastikan aturan tersebut dijalankan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII akan melakukan pemantauan ke seluruh sekolah selama pelaksanaan MPLS. Apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat maupun pihak sekolah diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu sekolah yang memulai MPLS adalah SMAN 1 Pekalongan. Sebanyak 281 murid baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026 dengan mengusung tema "MPLS Ramah, Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan, Bermanfaat, dan Bermartabat."

Kepala SMAN 1 Pekalongan, Wachid Mucharom, menjelaskan seluruh agenda MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan karakter positif sejak awal.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah dan sistem pembelajaran, peserta didik juga mengikuti pendidikan karakter, kegiatan bakti masyarakat, serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan sikap sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Tahun ini sebanyak 281 murid baru mengikuti MPLS. Dengan total 962 siswa di SMAN 1 Pekalongan, kami ingin memastikan seluruh peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran," jelas Wachid.

Ia memastikan seluruh kegiatan MPLS di SMAN 1 Pekalongan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan pendekatan edukatif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#siswa baru #perploncoan #mpls #kota pekalongan