Didampingi jajaran Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Bunda Inggit memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung sesuai prinsip ramah anak, yakni aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu memberikan pengalaman positif bagi peserta didik sejak hari pertama memasuki dunia sekolah.
Menurutnya, masa pengenalan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas maupun lingkungan belajar. Lebih dari itu, MPLS menjadi tahap awal membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan kegembiraan anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang siap mengikuti proses pendidikan.
"Kami berharap anak-anak memiliki kesan pertama yang menyenangkan saat masuk sekolah. Jangan sampai mereka merasa takut atau tertekan, tetapi justru bahagia bertemu guru, teman, dan mengenal lingkungan sekolahnya," ujar Inggit.
Dalam kunjungannya, ia mengaku terkesan dengan perkembangan para siswa TK Pembina Bendan. Meski baru beberapa hari mengikuti kegiatan belajar, banyak anak telah mampu berinteraksi dengan teman sekelas, mengenali guru, hingga menunjukkan keberanian saat diminta tampil di depan kelas.
"Anak-anaknya luar biasa. Saya melihat mereka sudah mengenal teman-temannya, mengenal gurunya, bahkan ketika diminta tampil sudah tidak malu-malu. Ini menunjukkan rasa percaya diri mereka mulai tumbuh sejak awal masuk sekolah," ungkapnya.
Menurut Bunda Inggit, kemampuan anak beradaptasi sejak dini menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar. Lingkungan sekolah yang hangat dan menyenangkan diyakini mampu membantu anak berkembang secara optimal, baik dari sisi sosial maupun emosional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS di setiap jenjang pendidikan disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan peserta didik.
Khusus untuk jenjang taman kanak-kanak, kata Mabruri, kegiatan MPLS tidak berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Fokus utama diberikan pada proses pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, serta membangun kenyamanan anak saat berada di sekolah.
"Untuk jenjang TK belum ada penekanan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. MPLS lebih diarahkan pada proses pengenalan lingkungan belajar yang sesuai dengan perkembangan anak," jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pekalongan terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas melalui pelaksanaan MPLS yang ramah anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Mabruri berharap seluruh satuan pendidikan di Kota Pekalongan dapat terus menghadirkan suasana belajar yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan bahagia sejak hari pertama bersekolah.
"Yang paling penting adalah anak merasa diterima, senang, dan percaya diri berada di sekolah. Jika sejak awal mereka menikmati proses belajar, maka semangat untuk terus berkembang akan tumbuh dan menjadi fondasi yang kuat bagi pendidikan pada jenjang berikutnya," pungkasnya.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com