METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kesadaran masyarakat Kota Pekalongan untuk memberikan pendidikan terbaik sejak usia dini terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Rapor Pendidikan, angka partisipasi anak usia 5–6 tahun dalam mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah mencapai 100 persen.
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya pemahaman orang tua bahwa PAUD merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan belajar, serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha, mengungkapkan tingginya angka partisipasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, satuan pendidikan, hingga dukungan aktif para orang tua.
Menurut Sherly, meskipun jumlah peserta didik PAUD setiap tahun mengalami perubahan, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika jumlah anak usia 2–6 tahun di Kota Pekalongan.
"Untuk jenjang PAUD saat ini memang masih sangat fluktuatif. Ada lembaga yang jumlah peserta didiknya tetap, ada yang berkurang, dan ada juga yang bertambah. Namun perubahan itu belum terlalu signifikan. Jika jumlah anak usia dua sampai enam tahun berkurang, tentu jumlah peserta didik di satuan PAUD juga ikut menyesuaikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Di balik fluktuasi tersebut, Dinas Pendidikan mencatat capaian yang jauh lebih penting, yakni seluruh anak usia 5–6 tahun di Kota Pekalongan telah mendapatkan layanan PAUD.
Sherly menilai keberhasilan ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan pada masa emas tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan, pendidikan usia dini bukan sekadar tempat bermain, melainkan wahana membangun kemampuan berpikir, bersosialisasi, berkomunikasi, hingga membentuk karakter anak sebagai bekal memasuki pendidikan dasar.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Polres Pemalang Siapkan Personel Prima
"Kami terus mendorong Bunda PAUD untuk mengampanyekan pentingnya pendidikan anak usia dini. PAUD merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Apa yang kita tanam hari ini, Insyaallah akan kita petik hasilnya ketika anak-anak tumbuh dewasa nanti," katanya.
"Kami terus mendorong Bunda PAUD untuk mengampanyekan pentingnya pendidikan anak usia dini. PAUD merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Apa yang kita tanam hari ini, Insyaallah akan kita petik hasilnya ketika anak-anak tumbuh dewasa nanti," katanya.
Saat ini terdapat 266 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan. Beragam pilihan layanan tersedia, mulai dari lembaga dengan fasilitas lengkap hingga PAUD yang menawarkan biaya pendidikan sangat terjangkau sehingga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Sherly menegaskan, biaya seharusnya tidak lagi menjadi hambatan bagi orang tua untuk menyekolahkan anak di PAUD. Bahkan masih terdapat sejumlah lembaga yang menerapkan iuran harian dengan nominal sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000.
"Masih ada lembaga yang menerapkan SPP harian sekitar Rp2.000, Rp3.000, hingga Rp4.000. Jadi sebenarnya PAUD tidak selalu mahal. Kami berharap seluruh orang tua memanfaatkan layanan PAUD yang tersedia demi memberikan bekal terbaik bagi tumbuh kembang anak," pungkasnya.(han)
Sumber : metropekalongan.com