Saring Informasi Sebelum Bereaksi, Polres Pekalongan Kota Bekali Pelajar Paham AI

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:38 WIB
PANTAU LANGSUNG : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias saat memantau langsung pelatihanbagi pelahar bertajuk “Paham AI”, pada Rabu (12/8/2026).(IST)
PANTAU LANGSUNG : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias saat memantau langsung pelatihanbagi pelahar bertajuk “Paham AI”, pada Rabu (12/8/2026).(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting bagi generasi muda. Polres Pekalongan Kota mengajak pelajar tidak mudah percaya maupun bereaksi terhadap setiap konten digital yang beredar, terutama informasi yang dibuat menggunakan AI.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias saat memberikan edukasi bertajuk “Paham AI” kepada 100 pelajar dari SMA Negeri 2 Kota Pekalongan dan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya dikenalkan pada perkembangan teknologi AI, tetapi juga diajak memahami etika, batasan, serta risiko penggunaannya di ruang digital. Kemampuan berpikir kritis dinilai menjadi bekal penting agar teknologi tidak justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu atau provokatif.

Baca Juga: Antrian IGD Jadi Sorotan, RSUD Bendan Tambah 114 Bed

Baca Juga: Panen Keempat, 56 Hektare Lahan Bekas Genangan Air Rob, Kini Berhasil Produktif

“Sekarang banyak video yang dibuat dengan AI dan hasilnya hampir sama persis dengan aslinya. Sehingga kita harus memiliki kemampuan untuk membedakan apakah konten itu benar atau hanya hoaks yang berniat memprovokasi,” ujar AKBP Dies.

Ia menekankan agar pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami informasi yang diterima sebelum memberikan respons. Menurutnya, kebiasaan melakukan verifikasi dapat membantu generasi muda terhindar dari hoaks, manipulasi digital, maupun konten yang berpotensi menimbulkan persoalan.

“Saring informasi sebelum bereaksi. Kami berharap pengetahuan yang diberikan para trainer dapat menjadi bekal bagi adik-adik untuk menggunakan teknologi AI secara bijaksana,” imbuhnya.

Baca Juga: Parah!! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Terlibat Judol

Baca Juga: Polres Pemalang Ajari Pelajar Gunakan AI Secara Bijak

Kapolres juga mendorong pelajar memanfaatkan AI untuk kegiatan yang produktif, mulai dari mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan, hingga meraih prestasi.

Selain mendapatkan materi, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan selama edukasi.

Kegiatan “Paham AI” tersebut merupakan hasil kolaborasi Polres Pekalongan Kota, Senopati Academy, dan Dinas Pendidikan. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital pelajar di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi AI.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Pekalongan Kota berharap pelajar mampu menghadapi derasnya arus informasi dengan sikap lebih kritis. Setiap informasi yang muncul di layar tidak harus langsung dipercaya, apalagi disebarkan, sebelum dipastikan kebenarannya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
AKBP Dies Ferra Ningtias Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias Artificial Intelligence (AI) teknologi AI Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan