METROPEKALONGAN.COM, Batang– Lapangan tengah SMA Negeri 1 Gringsing mendadak berubah menjadi panggung catwalk, Jumat (14/8/2026).
Tujuh siswa tampil percaya diri dalam fashion show dengan mengenakan kostum yang bukan dibuat dari bahan mahal, melainkan barang-barang bekas di sekitar mereka.
Tas kresek, botol air mineral, kertas semen, kardus hingga tali rafia yang biasanya berakhir sebagai sampah justru disulap menjadi busana unik.
Lewat kreativitas dan imajinasi, benda-benda tersebut berubah menjadi kostum yang menarik untuk dipamerkan.
Fashion show tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Seni Budaya kelas XII yang digagas guru Seni Budaya SMA Negeri 1 Gringsing, Yudi Prasetyo, S.Pd.
Kegiatan sekaligus menjadi praktik seni rupa terapan dengan mengajak siswa melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Bayi Terlantar Pekalongan Disiapkan Dirujuk ke Panti di Salatiga
Baca Juga: UMKM Pekalongan Go Digital, Pasar Kini di Genggaman
Bukan sekadar berjalan di atas panggung, para siswa juga terlibat sejak proses menemukan ide, memilih bahan, membuat kostum, hingga merias model.
Seluruh proses dilakukan secara berkelompok tanpa menggunakan jasa salon profesional.
Imajinasi siswa pun dibiarkan berkembang bebas. Hasilnya, lahir berbagai karakter dengan konsep yang berbeda.
Salah satunya Putri Pohon yang dirancang menggunakan kertas semen. Ada pula Pangeran Kegelapan dengan kostum berbahan limbah tali rafia.
“Kami menggugah kreativitas siswa untuk mengembangkan imajinasi sekaligus mengajarkan cinta lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa barang-barang bekas bisa menjadi berharga ketika dimanfaatkan dengan cara yang tepat,” tegas Yudi.
Menurutnya, persiapan fashion show tersebut dilakukan selama lima kali pertemuan mata pelajaran.
Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir kostum, tetapi juga mencakup ide dan kreativitas, proses pembuatan, hasil karya, serta kemampuan siswa saat menyajikannya.
Baca Juga: Saring Informasi Sebelum Bereaksi, Polres Pekalongan Kota Bekali Pelajar Paham AI
Baca Juga: Diskon 17 Persen, Ini Daftar Kereta di Daop 4 Semarang
Suasana kegiatan semakin meriah ketika para model berjalan di hadapan teman-teman mereka. Dukungan dan antusiasme siswa lain membuat karya yang awalnya lahir dari ruang kelas tersebut terasa seperti pertunjukan fesyen sungguhan.
Kepala SMA Negeri 1 Gringsing, Ari Diah Pramesti, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kreativitas siswa dan guru dalam mengembangkan pembelajaran seni yang tidak berhenti pada teori.
“Tidak disangka anak-anak bisa menampilkan perform sekreatif ini. Mereka punya kemampuan dan kemauan untuk berekreasi. Ke depannya kami akan mengadakan acara serupa, tidak hanya kelas XII tetapi juga kelas X dan XI,” ujarnya.
Pihak sekolah bahkan berencana memanfaatkan kostum hasil kreativitas siswa untuk ditampilkan dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti peringatan hari ulang tahun sekolah maupun karnaval.
Bagi siswa, pengalaman tersebut bukan hanya tentang tampil mengenakan kostum. Ada proses kerja sama yang membuat setiap anggota kelas memiliki peran dalam menghasilkan sebuah karya.
Febi Nur Anggraeni, siswi kelas XII-5, mengaku senang mendapat kesempatan menjadi salah satu model yang mengenakan hasil karya teman-teman sekelasnya. Ia tampil dengan kostum bernuansa pink yang dibuat dari bekas kemasan air mineral.
“Kami membuat kostum ini bersama-sama. Yang merias juga teman-teman sendiri,” ucap Febi.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com