METROPEKALONGAN.COM, Semarang -Transformasi digital terus mendorong perubahan dalam berbagai aspek pendidikan. Dengan dukungan konektivitas internet yang stabil dan dapat diandalkan, proses pembelajaran pendidikan, akses terhadap sumber informasi, pengelolaan adminstrasi, hingga penggunaan berbagai platform digital menjadi sangat dibutuhkan.
Kebutuhan konektivitas di sektor pendidikan semakin berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi. Aktivitas seperti pembelajaran berbasis digital, penggunaan aplikasi cloud, akses platform edukasi, pengelolaan administrasi sekolah, hingga komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua membutuhkan jaringan yang konsisten.
Branch Manager FiberStar Sub Regional Jateng DIY, Hendi Arlinto mengatakan bahwa transformasi digital pendidikan perlu dibarengi dengan dukungan konektivitas yang mampu menjawab kondisi nyata di masing-masing institusi. Kondisi infrastruktur di setiap wilayah tidak selalu sama sehingga diperlukan pilihan konektivitas yang fleksibel.
“Transformasi digital di sektor pendidikan membutuhkan konektivitas yang bukan hanya tersedia, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing institusi. Melalui Go! Next 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang diskusi dengan sekolah dan lembaga non-profit mengenai pilihan konektivitas yang dapat mereka manfaatkan, termasuk Starlink.” ungkapnya dalam forum diskusi bagi perwakilan sekolah dan lembaga non-profit di Semarang, Jawa Tengah.
Hendi menambahkan, salah satu solusi yang diperkenalkan, adalah Starlink, khususnya bagi institusi yang berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optic maupun sekolah yang membutuhkan koneksi cadangan.
Faktor seperti lokasi sekolah, ketersediaan infrastruktur, kebutuhan kapasitas, serta kebutuhan koneksi cadangan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi konektivitas, tidak hanya sebatas akses internet, tetapi sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan koneksi yang lebih andal, institusi pendidikan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan pembelajaran digital, memanfaatkan layanan berbasis cloud, mengakses berbagai sumber pembelajaran, serta meningkatkan efektivitas operasional sekolah.
“Setiap sekolah maupun lembaga non-profit dapat mempertimbangkan solusi berdasarkan karakteristik lokasi, kebutuhan aktivitas digital, serta tingkat kesiapan infrastrukturnya,” imbuhnya
Semakin banyak sekolah dan lembaga pendidikan diharapkan dapat memiliki pilihan konektivitas yang sesuai dengan kebutuhannya, khususnya bagi institusi yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur maupun membutuhkan jaringan cadangan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas digital. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto