METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Riuh kegembiraan anak-anak mewarnai Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 di SDN Tirto 3, Kota Pekalongan, Rabu (9/9/2026). Mereka datang bukan sekadar untuk bertanding, tetapi juga bermain, tampil percaya diri, dan menikmati Bahasa Jawa dalam suasana yang menyenangkan.
Festival yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan ini menjadi salah satu cara mengenalkan kembali bahasa dan budaya Jawa kepada generasi muda. Panggung lomba dibuat tidak kaku, sehingga anak-anak dapat belajar sekaligus bersenang-senang bersama teman, guru pendamping, dan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri mengatakan, FTBI merupakan agenda tahunan yang digagas Kementerian Pendidikan melalui UPT Balai Bahasa Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menyasar peserta didik jenjang SD dan SMP dengan fokus pada penguatan bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa.
“Bungkusnya memang festival, lomba, tetapi sesungguhnya ini adalah pesta kegembiraan. Kami ingin anak-anak bermain, bergembira, sekaligus mendapatkan edukasi melalui tujuh cabang lomba,” kata Mabruri.
Baca Juga: Haornas ke-43, Polres Pekalongan Kota Ajak Warga Rajin Olahraga
Baca Juga: Bantuan RTLH Naik Rp15 Juta, Syarat Diperjelas
Untuk jenjang SD tahun ini, sebanyak 392 peserta ambil bagian dalam tujuh cabang lomba. Mereka mengikuti nembang macapat dengan 57 peserta, nulis lan maca aksara Jawa 67 peserta, ndongeng 38 peserta, sesorah 46 peserta, nulis cerkak 57 peserta, maca geguritan 89 peserta, serta ndhagel ijen yang diikuti 38 peserta.
Beragam penampilan tersebut membuat suasana festival terasa hidup. Anak-anak menunjukkan kemampuan mereka dengan ekspresi dan gaya masing-masing. Aksesori serta busana yang dikenakan peserta turut memperkuat nuansa budaya Jawa dalam kegiatan tersebut.
Menurut Mabruri, kegembiraan yang terlihat selama festival menjadi tanda bahwa anak-anak masih memiliki ruang untuk mencintai bahasa daerah ketika pembelajaran dikemas dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Baca Juga: 29 Barang Bukti Kejahatan Dimusnahkan, Didominasi Perkara Narkoba
Baca Juga: Istri Dipolisikan, Gara-gara Tak Melahirkan Sesuai Keinginan Suami
“Dari suasananya terlihat anak-anak optimistis dan bergembira. Kesungguhan mereka juga tampak dari penampilan, aksesori yang digunakan, hingga dukungan pendamping dan orang tua. Ini menunjukkan lomba ini didukung banyak pihak,” ujarnya.
Mabruri menilai pelestarian Bahasa Jawa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perkembangan teknologi digital, penggunaan bahasa global, hingga semakin terbatasnya guru yang memiliki kompetensi Bahasa Jawa menjadi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama.
Karena itu, FTBI diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa suka terhadap Bahasa Jawa sehingga anak-anak terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak semakin mencintai Bahasa Jawa sehingga Bahasa Jawa tetap lestari. Penutur Bahasa Jawa harus terus ada dari generasi ke generasi,” tegasnya.
Setelah FTBI jenjang SD, kegiatan serupa akan dilanjutkan untuk peserta didik tingkat SMP. Peserta terbaik nantinya berkesempatan membawa nama Kota Pekalongan dalam FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com