METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan mulai menunjukkan hasil nyata.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 65, mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengenalkan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus membantu pekerja informal memperoleh perlindungan.
Program yang berlangsung pada periode 15 Juli hingga 19 September 2026 itu berhasil mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya kepesertaan baru BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menyebut sekitar 600 peserta telah aktif mengikuti program tersebut. Sementara itu, data calon peserta yang berhasil dihimpun mahasiswa KKN mencapai sekitar 700 orang.
Menurut Widhi, keterlibatan mahasiswa menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada pekerja informal yang selama ini belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Mahasiswa KKN dapat mengambil peran aktif sebagai agen edukasi dengan mengajak masyarakat memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan hingga akhirnya menjadi peserta dan memperoleh perlindungan,” kata Widhi, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Perempuan Bawa Mobil, Tipu UMKM Pakai QRIS Palsu Hingga Jutaan
Baca Juga: Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Pekalongan Dukung BSAN
Mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Mereka juga membantu masyarakat memahami proses pendaftaran hingga mendorong calon peserta untuk mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Widhi berharap kolaborasi dengan UIN Gus Dur terus berkembang sehingga semakin banyak pekerja informal di wilayah Pekalongan yang memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
“Perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu peserta dan keluarga penerima manfaat untuk kembali bangkit dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Gus Dur Pekalongan, Samsul Bahri, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga mengembangkan inisiatif Eco Masjid dan sedekah sampah. Pengelolaan sedekah sampah tersebut dapat diarahkan untuk mendukung kepesertaan jaminan sosial bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kejar Perlindungan 110 Ribu Pekerja Pekalongan
Baca Juga: Dari Greenhouse hingga Selai, Petani Kota Pekalongan Berinovasi Budidaya Melon Premium
“Mahasiswa tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga membantu pendaftaran, terutama bagi pekerja nonformal agar mengetahui manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelas Samsul.
Kolaborasi tersebut sekaligus memberikan perlindungan bagi mahasiswa selama menjalankan kegiatan di lapangan. Perlindungan itu menjadi penting karena aktivitas KKN, PPL, maupun kegiatan pengabdian lainnya memiliki risiko yang perlu diantisipasi.
Salah satu manfaat perlindungan tersebut terlihat dari penyerahan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris almarhumah Aditya Dina Muhajiroh. Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris UIN Gus Dur tersebut mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia ketika menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada 20 Juli 2026.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com