METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Festival Literasi Kota Pekalongan 2026 disiapkan bukan sekadar menjadi ajang membaca buku. Selama tujuh hari, 5-11 Oktober 2026, halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan akan disulap menjadi ruang belajar, berkreasi, sekaligus bertemunya masyarakat dengan beragam aktivitas literasi.
Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinarpus mengemas festival dengan berbagai kegiatan yang menyasar pelajar hingga masyarakat umum.
Targetnya tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Pekalongan.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Mahfud, mengatakan festival dirancang agar kegiatan literasi tidak terasa monoton.
Beragam aktivitas disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi pengunjung.
“Festival ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus indeks pembangunan literasi masyarakat di Kota Pekalongan,” ujar Mahfud, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Dari Pekalongan, Kriya Lokal Dibawa ke Panggung Nasional
Selama festival berlangsung, masyarakat bisa mengikuti berbagai lomba, menikmati bedah buku, menyaksikan panggung kreativitas anak, hingga berburu buku dalam bazar. Festival juga diramaikan sekitar 32 stan yang menghadirkan buku dan produk UMKM.
Selama festival berlangsung, masyarakat bisa mengikuti berbagai lomba, menikmati bedah buku, menyaksikan panggung kreativitas anak, hingga berburu buku dalam bazar. Festival juga diramaikan sekitar 32 stan yang menghadirkan buku dan produk UMKM.
Kehadiran stan UMKM membuat festival tidak hanya menawarkan aktivitas membaca dan edukasi. Pengunjung juga mendapat ruang untuk mengenal produk-produk usaha masyarakat lokal sambil menikmati suasana festival.
Pembukaan pada 5 Oktober 2026 turut dikemas dengan sejumlah pertunjukan. Barongsai, solo song, hingga tari Pindang Tandang yang dibawakan pelajar Kota Pekalongan akan menjadi bagian dari rangkaian acara pembuka.
Mahfud berharap festival dapat dimanfaatkan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
Masyarakat umum juga didorong ikut mengambil bagian sehingga kegiatan literasi tidak berhenti di lingkungan sekolah atau perpustakaan.
Baca Juga: Mayors Talk, Mas Aaf: Kota Tangguh Tak Boleh Menyerah
“Harapannya sekolah-sekolah dari PAUD sampai SMA/SMK dan masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan Festival Literasi ini. Berbagai kegiatan literasi terus kami gerakkan agar indeks pembangunan literasi Kota Pekalongan semakin meningkat,” jelasnya.
“Harapannya sekolah-sekolah dari PAUD sampai SMA/SMK dan masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan Festival Literasi ini. Berbagai kegiatan literasi terus kami gerakkan agar indeks pembangunan literasi Kota Pekalongan semakin meningkat,” jelasnya.
Dinarpus mencatat indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Pekalongan pada 2025 berada di angka 78,75. Angka tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Dinarpus untuk terus memperluas program literasi melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Mahfud mengatakan program literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki semakin banyak kesempatan untuk membaca, belajar, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas.
“Melalui penyelenggaraan berbagai program dan kegiatan literasi secara berkelanjutan, kami dari Dinarpus berupaya mendorong capaian tersebut agar semakin baik sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, berkreativitas, dan mengembangkan pengetahuan,” tutupnya.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com, dinarpus, kota pekalongan, pemkot pekalongan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan