BATANG, METROPEKALONGAN.COM-Grup kesenian tradisional Singo Barong Langgeng Budoyo sukses pentas memerahkan Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Minggu (7/1/2024). Yakni pentas budaya yang digelar sejak pagi sampai sore dalam rangka HUT PDI Perjuangan.
“Kesenian Singo Barong mempunyai pesan moral dan kearifan lokal. Untuk itu kami tanggap untuk memeriahkan HUT partai kami dengan menghibur masyarakat," kata Komandante PDI Perjuangan Batang Muchamad Aghus ZN.
Singo Barong sendiri mengisahkan kesungguhan dalam mencapai cita-cita serta amanat dalam mengemban tugas. Hal ini bisa menjadi cermin bagi Masyarakat untuk selalu berpegang teguh pada kejujuran.
Selain itu, Anggota DPRD Jateng yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Batang H Ridwan turut membaur bersama ratusan warga daru semua lapisan yang memenuhi Lapangan Krengseng.
Pada pertunjukan tersebut, grup musik Langgeng Budoyo yang dipimpin Mbah Bejo ini menampilkan formasi lengkap, mulai musik pengiring, Singo Barong, Dawangan, Setanan, Buraq, dan Kuda Kepang.
Sejak berdiri tahun 1980, Langgeng Budoyo selalu menampilkan cerita sesuai pakem asli tanpa mengubah jalan cerita maupun tempat. Jika ada tambahan nyanyian, hanya selingan kecil untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Pada pentas kali ini, Langgeng Budoyo pentas mandiri tidak ada yang 'menanggap' secara khusus. Pementasannya sengaja dalam rangka memeriahkan HUT PDI Perjuangan. Meski demikian, Langgeng Budoyo tetap tampil serius.
"Kami pentas atas inisiatif sendiri sebagai bukti kecintaan kami kepada PDI Perjuangan sekaligus nguri-uri budaya lokal. Kami keluarga besar Langgeng Budoyo adalah orang-yang PDI Perjuangan tulen sejak dulu," tegas Mbah Bejo.
Kesenian daerah Singo Barong menceritakan kisah pangeran dari Kerajaan Kediri bernama Panji Asmorobangun yang ingin mempersunting Dewi Sekartaji. Dewi Sekartaji mengajukan mahar supaya dicarikan macan putih yang berperilaku seperti manusia.
Untuk memenuhi syarat itu, Panji Asmorobangun mengutus dua bawahannya yang bernama Bancak Doyok. Dalam upaya pencariannya Bancak Doyok sampai di Alas Tunggorono di wilayah Batang dan menemukan macan putih yang dimaksud. Upaya ini tidak berjalan mudah, karena banyak gangguan dari makhluk halus yang berniat menggagalkan.
Makhluk halus jahat itu digambarkan sebagai macan ireng, sepasang Dawangan dan Setanan. Dengan kesabaran dan rasa tanggung jawab mengemban tugas akhirnya macan putih berhasil dibawa ke Kediri dan dijadikan mahar oleh Panji Asmorobangun. Sampai akhir pementasan, penonton tidak beranjak dan tetap menikmati hiburan yang murah dan merakyat ini. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla