Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dapat Keluhan Pedagang Pasar Kajen Kabupaten Pekalongan, Begini Tanggapan Ganjar Pranowo

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 17 Januari 2024 | 06:05 WIB

 

BLUSUKAN: Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo ketika blusukan di Pasar Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/1/2024).
BLUSUKAN: Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo ketika blusukan di Pasar Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/1/2024).

KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo blusukan ke Pasar Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 16 Januari 2024.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini datang ke pasar tersebut dengan mengendarai Vespa berwarna merah usai bertemu dengan komunitas sepeda motor klasik di Kabupaten Pekalongan.

Di Pasar Kajen Ganjar disambut ribuan orang warga setempat, pedagang, dan simpatisan partai pendukungnya.

Ganjar menyempatkan masuk ke pasar dan berdialog dengan sejumlah pedagang di lapak-lapak. Seketika Pasar Kajen sesak berjubel orang.

“Aspirasinya ternyata masih sama, ‘Pak kenapa harga beras nggak turun-turun’. Itu soal beras. Gula, tomat yang hari ini naik. Kalau kita lihat cabai, rawit masih agak tinggi, tapi cabai hijaunya sudah turun sampai Rp 10 ribu per kilo,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, kondisi ini musti segera diatasi pemerintah dengan sejumlah intervensi. Salah satunya, kata dia, ialah dengan operasi pasar.

“Ini memang cepat-cepat butuh intervensi. Biasanya pemerintah daerah akan melakukan pemantauan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Kalau situasi sudah seperti ini cepat-cepat segera diintervensi. Apakah intervensinya itu mencari sumber daya dari tempat lain, operasi pasar, atau juga dengan cara-cara yang lain. Rasanya memang penting (khususnya) distribusi beras ini,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, sebenarnya harga beras di bulog cukup bagus. Namun itu harus dibeli dengan besaran tertentu. Ia menilai bulog perlu operasi pasar murah agar masyarakat mendapatkan kenyamanan harga beras.

“Sebenarnya bulog itu harganya cukup bagus, tai belinya musti 5 kilogram. Itu bisa di angka kalau tidak salah kemarin itu Rp 11 ribu (per kilogram),” ujarnnya.

Selain soal harga pangan, Ganjar mengaku juga mendapat keluhan isu lokal. Isu tersebut yakni soal rencana Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang akan merelokasi Pasar Kajen. 

“Tadi ada kekhawatiran ‘Pak pasarnya jangan dipindah, Pak’. Jadi hal seperti itu perlu dikomunikasikan dengan masyarakat dan pedagang. Sehingga kita bisa memitigasi dari awal dan ini akan bisa berjalan. Tapi rata-rata sih, overall, mereka menyampaikan ‘harga beras turunin, Pak’, itu teriakan yang paling keras,” ungkap Ganjar. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Pasar Kajen #kabupaten Pekalongan #blusukan #kampanye #ganjar pranowo #capres