METROPEKALONGAN.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mewanti-wanti masyarakat Kota Pekalongan untuk menjaga wilayah tetap kondusif.
Walaupun dalam pesta demokrasi yang kurang beberapa hari ini memiliki pilihan berbeda, jangan membuat perpecahan.
"Masyarakat Kota Pekalongan jangan terpecah belah meski akan berbeda pilihan di Pemilu 2024," kata Mas Aaf –sapaan akrab wali kota- pada Selasa 23 Januari 2024.
Dalam menyongsong pesta demokrasi lima tahunan ini, diharapkan seluruh masyarakat Kota Pekalongan menjaga persatuan dan kesatuan.
"Alhamdulillah Kota Pekalongan selama ini masih aman-aman saja, tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," serunya.
Mudah-mudahan kondusivitas ini terus terjaga sampai pencoblosan 14 Februari 2024 dan keluar pemenang peserta pemilu 2024.
Ditegaskan Mas Aaf, perbedaan pilihan baik itu dalam Pilpres, Pilkada, maupun Pileg, tidak menjadi masalah. Sebab, hal inilah yang dinamakan demokrasi.
"Berbeda pilihan itu sah-sah saja, asal jangan membuat perpecahan," tegasnya lagi.
Oleh karena itu, tetap pererat tali silaturahim antarsesama. Hal ini adalah kunci utama untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Mas Aaf optimistis dan yakin masyarakat Kota Pekalongan saat ini sudah lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan yang ada dan bisa saling menghargai pilihan masing-masing.
Terkait fenomena penggunaan knalpot brong dalam kampanye Pemilu 2024, tak lepas tangan. Wali kota memperhatikan masalah yang saat masih menjadi konsen jajaran kepolisian.
Wali kota mengingatkan, knalpot brong yang kerap digunakan masyarakat saat kampanye, suaranya berisik dan mengganggu lingkungan. Karena itu, penting untuk dilakukan penertiban knalpot brong.
Dengan penertiban ini, diharapkan kampanye pemilu terbuka di Kota Pekalongan tidak terjadi gesekan antarpendukung maupun aparat dengan simpatisan pendukung peserta pemilu 2024.
"Semoga pemilu disini aman dan kondusif," tandasnya. (han/ida)