Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

DeLiang Bocah Ajaib, Penulis Cilik Indonesia yang Tembus Publisher Eropa di Usia 11 Tahun

Ida Nor Layla • Jumat, 26 Januari 2024 | 19:11 WIB
BOCAH AJAIB : Muhammad DeLiang Al-Farabi, 11, asal Trenggalek, Jawa Timur, berhasil menerbitkan 40 judul buku yang Menembus Publisher Eropa.
BOCAH AJAIB : Muhammad DeLiang Al-Farabi, 11, asal Trenggalek, Jawa Timur, berhasil menerbitkan 40 judul buku yang Menembus Publisher Eropa.

METROPEKALONGAN.COM- Penulis cilik Indonesia berhasil menembus publisher Eropa di usia 11 tahun.

Penulis cilik ini bernama Muhammad DeLiang Al-Farabi asal Trenggalek, Jawa Timur.

Sudah berhasil menerbitkan 40 judul buku. Termasuk di dalamnya dua novel yang telah berhasil ia tulis, yakni ; Quirky Friends dan Weird Family.

Kedua novel tersebut dikabarkan masuk dalam Top 15 kategori dark comedy di Amazon Book Amerika dan Inggris.

Bahkan, novel fantasi karyanya yang berjudul Rigel The Last Guardian, juga meraih posisi dalam Top 50 Amazon Book Amerika dan Inggris.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran kedua orang tua Deliang. Ayah dan ibunya yang diketahui sama-sama kuliah S3 di Univ of Bristol, UK.

Ayah DeLiang yang bernama Ario Muhammad inilah yang sangat mendukung keahlian anaknya menulis.

Melalui akun instagram @ario_muhammad87, ayah DeLiang membagikan kisah perjalanan anaknya.

Ario yang membimbing DeLiang dengan membiasakan melakukan Journaling dengan menulis.

DeLiang juga dimasukkan ke sekolah di UK (Inggris) dari SD kelas 1 saat usianya menginjak 5 tahun.

Ketika berusia 7 tahun (3 SD) di Bristol, Inggris, Ario menilai imajinasi DeLiang sangat prima, begitu juga dengan anak-anak lain seusianya.

Kemudian bersama pihak sekolah yang sangat mendukungnya, mereka mendorong DeLiang untuk banyak membaca dan mulai memotivasi untuk menulis.

Tepat di usia 7 tahun, tulisan sederhana DeLiang menurut orang tuanya dinilai terasa sangat seru dan lucu yang dimulai dari beberapa kalimat.

Ario yang diketahui juga sebagai penulis, kemudian melatih DeLiang menulis selama hampir 1 tahun secara rutin selama 15-30 menit sehari.

Selanjutnya, di tiga bulan pertama DeLiang menulis, tercatat sebanyak empat buku board book/bergambar telah berhasil dibuat olehnya.

Enam bulan kemudian penulis cilik Indonesia ini berhasil menyelesaikan novel komedi pertamanya.

Selang 1 tahun berlalu, tiga novel komedinya rilis di Amazon lalu nangkring sebagai top 15 Amazon USA & UK kategori komedi di 2019.

Setelah 1,5 tahun menulis secara rutin, Deliang berhasil menyelesaikan novel fantasinya yang kemudian menjadi top 50 Amazon UK kategori fantasi.

Novel tersebut dikabarkan juga launching di seluruh Gramedia lewat @bipgramedia.

Mulai 2019, naskah yang dibuat DeLiang dimasukkan ke publisher berbagai benua, seperti Australia, Eropa, hingga Amerika.

Selanjutnya mereka balik ke Indonesia pada 2020, dan di 2023 DeLiang telah menyelesaikan 40 naskah di usia 11 tahun.

Pada Akhir 2023, novel PERANG BADAR karya DeLiang akhirnya menembus publisher di London.

“He is not gifted, kuncinya satu: KONSISTEN,” ungkap Ario Muhammad, ayah penulis cilik Indonesia, DeLiang Al-Farabi. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#DeLiang #salatiga #Bocah Ajab #penulis cilik