METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Hasil perolehan suara capres - cawapres memang belum resmi dan final.
Namun hasil hitung cepat (quick count) dari semua lembaga survei menunjukkan paslon 02 Prabowo-Gibran sebagai pemenang atau peraih suara terbanyak.
Sejumlah tim pemenangan Prabowo-Gibran di sejumlah daerah juga telah melakukan selebrasi atas hasil tersebut.
Tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan. Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kabupaten Pekalongan mengklaim telah mengantongi hasil total perolehan suara Prabowo-Gibran di Kabupaten Pekalongan.
Hasil tersebut didapat dari data yang terkumpul dari seluruh saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kabupaten Pekalongan.
"Bapak Prabowo dan Mas Gibran mendapatkan kemenangan telak di Kabupaten Pekalongan dengan perolehan suara sebesar 55,55 persen," kata Ketua TKD Prabowo-Gibran Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dalam konferensi pers di The Bigboss Resto, Kajen, Jumat (16/2/2024).
Hasil tersebut, kata Ashraff, di luar prediksi dan ekspektasi tim selama ini.
Sebab sebelumnya, survei sebelum pelaksanaan pemungutan suara, elektabilitas Prabowo-Gibran di Kabupaten Pekalongan hanya di kisaran angka 43-an persen.
Awalnya, imbuh dia, tim menargetkan suara paslon 02 di Kabupaten Pekalongan 50 persen saja sudah bagus karena ia memandang lawan Prabowo-Gibran bukan kaleng-kaleng.
"Alhamdulillah, ternyata hasilnya melebihi itu. Ini sangat membanggakan, berkat segala kerja keras kami selama ini, dan ternyata tidak sia-sia," ucap suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ini.
Ashraff menambahkan, hasil 55,55 persen tersebut mungkin bukan yang tertinggi di antara TKD-TKD lain.
"Namun kami sudah mampu melewati batas 50 persen, artinya kami memang hebat dan kerja tim kami luar biasa. Meski jarang bertemu di lapangan, tapi kami selalu komitmen bekerja supaya Prabowo-Gibran menang telak di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Ashraff yakin, penghitungan quick count dan internal TKD tidak meleset jauh dengan hasil resmi KPU nanti.
"Ya, meskipun di luar sana banyak yang mengatakan ini-itu atau curang, bagi kami itu sudah biasa. Itu tradisi di mana-mana, yang kalah pasti bilang yang menang curang," ujarnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla