METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Penghitungan atau rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024 masih terus berjalan.
Namun partai-partai politik sudah mendapatkan data perolehan suara mereka masing-masing.
Data tersebut biasanya tidak akan meleset bahkan bisa saja sama persis dengan hasil resmi KPU nanti.
Sebab data internal partai politik didapat dari para saksi mereka yang bertugas di lapangan maupun Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hal tersebut membuat perolehan kursi DPRD Kabupaten Pekalongan hasil Pemilu 2024 sudah mulai dapat dipetakan sejak sekarang.
Dari hasil penelusuran Metropekalongan.com, ada tujuh partai politik (parpol) yang sudah dapat dipastikan akan mengisi legislatif Kota Santri.
Tujuh parpol tersebut ialah PKB, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PAN, Partai Gerindra, PPP, dan PKS.
Tidak ada pendatang baru, alias tidak ada perbedaan komposisi parpol di DPRD Kabupaten Pekalongan antara hasil Pemilu 2024 dengan hasil Pemilu 2019.
Namun terjadi pergeseran perolehan jumlah kursi yang cukup signifikan.
Dari tujuh parpol tersebut, perolehan kursi empat parpol turun, satu tetap, dan dua bertambah.
PKB yang pada 2019 memperoleh 15 kursi, kini turun menjadi 14 kursi. Kendati demikian parpol ini masih menjadi juara bertahan. Tak terkalahkan di Kabupaten Pekalongan sejak Pemilu 2004.
Gerindra dan PPP sama-sama turun satu kursi. Dari lima menjadi empat kursi. Dua partai ini juga akan terdepak dari posisi unsur pimpinan DPRD.
Pada 2019, baik Gerindra maupun PPP mendudukan satu wakilnya di kursi Wakil Ketua DPRD. Kali ini mereka tidak dapat jatah posisi itu.
Kenyataan pahit menimpa PDI Perjuangan. Mereka satu-satunya parpol yang mengalami penurunan jumlah kursi terbanyak. Dari 11 menjadi 8 kursi. Perolehan suaranya juga turun sekitar 9000-an.
Sementara PAN merupakan satu-satunya parpol yang mampu mempertahankan jumlah kursi.
Pada 2024 ini mereka tetap pada 4 kursi. Meski suaranya naik 6000-an dibanding 2019.
Namun kenaikan signifikan perolehan suara PAN itu membawa parpol ini akan naik ke kursi unsur pimpinan (Wakil Ketua DPRD). Posisi yang tidak diperoleh PAN pada 2019.
Kejutan datang dari Partai Golkar dan PKS. Jumlah kursi Golkar naik 5 kursi. Dari 4 menjadi 9 kursi.
Perolehan suaranya dibanding 2019 juga meroket luar biasa, yakni bertambah lebih dari 59 ribu dibanding 2019.
Hasil ini membuat Golkar akan mendapat jatah posisi Wakil Ketua DPRD. Boleh dibilang, Golkar merupakan partai tersukses di Kabupaten Pekalongan kali ini.
Sementara PKS, layak disebut partai yang "diam tapi pasti". Tak banyak dibicarakan, tapi ternyata jadi salah satu partai yang mampu menambah jumlah kursi pada pemilu kali ini. Meski penambahannya hanya 1 kursi (dari 1 kursi menjadi 2 kursi).
Perolehan suara mereka juga mengalami kenaikan sekitar 9-10 ribu suara dibanding Pemilu 2019.
PKS meski masih menjadi parpol dengan perolehan kursi paling sedikit di Kabupaten Pekalongan, namun mereka mampu menaikkan perolehan kursi dan suara dari hasil sebelumnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla