METROPEKALONGAN.COM, Batang - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, akhir-akhir ini mengakibatkan bencana di beberapa titik lokasi. Terutama di daerah atas yang kontur tanahnya labil.
Talud jalan di Dukuh Sidomulyo, Desa Madugowongjati, longsor dan menimpa rumah warga, pada minggu malam 16 Maret 2024 sekitar pukul 18.50 WIB. Hujan deras selama dua hari membuat talud setinggi 5 meter longsor sepanjang 17 meter.
Bahan talud berupa bongkahan batu dan tanah langsung menimpa rumah Junaidi, 52. Akibatnya, ruang dapur dan kamar mandi ambruk. Bahan talud berupa batu belah dan tanah juga masuk ke dalam rumah.
Saat itu, kata Junaidi, sekeluarganya sedang istirahat usai menikmati buka puasa. Kondisi hujan sangat deras. Tiba-tiba terdengar suara berderak.
“Saya mengira ada pohon tumbang. Tidak tahunya dinding bata rumah saya yang ambruk tertimpa longsoran talud,” kata Junaidi kepada metropekalongan.com panjang lebar.
Selain menghancurkan kamar mandi, bagian dalam rumah Junaidi juga penuh lumpur dan mengotori perabotan. Beruntung anak perempuan Junaidi yang baru saja keluar kamar mandi tidak menjadi korban.
Terpisah, Kades Madugowongjati, Kecamatan Gringsing, Edy Zaenuryanto menyatakan, kejadian itu masuk kategori bencana. Sehingga kerugian warga, bisa ditanggung Pemerintah Desa (Pemdes) melalui Dana Bencana Desa. Untuk sementara, dinding rumah yang roboh ditutup dengan gedhek.
Menurutnya, ini akibat intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, struktur talud tidak kuat menahan beban. Selain itu, kontur tanah juga labil sehingga mudah terjadi longsor.
“Pihak desa sudah menganggarkan untuk perbaikan rumah milik Junaidi dan pengerjaan akan dilakukan dengan gotong royong,” tegas Edy.
Selain meruntuhkan talud, longsor juga menggerus sebagian jalan desa. Sementara di jalur yang longsor, akan diberi tanda pengaman supaya warga yang lewat berhati-hati.
Selain itu, sebut Edy, untuk perbaikan talud dan jalan belum bisa dipastikan kapan dilaksanakan. Sebab, itu bukan jalan kabupaten. Rencana Pemdes, baru akan diperbaiki melalui dana aspirasi atau penganggaran APBDes tahun depan.
Camat Gringsing Adhi Baskoro menambahkan, pada setiap musim hujan ada beberapa desa yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah karena rawan bencana. Seperti Desa Yosorejo rawan banjir. Sedangkan Desa Madugowongjati dan Desa Tedunan rawan longsor.
Beberapa hari lalu, desa di Surodadi juga terjadi angin puting beliung yang menumbangkan pohon jati dan merusak rumah warga. Bencana ini tidak bisa dihindari, tapi setidaknya bisa meminimalkan dampaknya.
“Ini menjadi perhatian kami. Saat ini kami sudah membentuk tim bernama SIPITUNG (siap pitulungan) di tiap-tiap desa. Untuk mengambil tindakan cepat jika terjadi bencana," tutup Adhi. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla