METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Pekalongan mulai menguar.
Tiga partai politik (parpol) besar di Kota Santri terpantau mulai bergerilya menggaet koalisi.
Mereka menawarkan kandidat masing-masing ke parpol lain.
Tiga parpol tersebut ialah PKB, Golkar, dan PDI Perjuangan.
Ketiganya merupakan tiga parpol teratas dalam hasil pemilihan lesgislatif (pileg) 2024 di Kabupaten Pekalongan.
PKB dengan 14 kursi, Golkar 9 kursi, dan PDI Perjuangan 8 kursi.
Dari ketiganya hanya PDI Perjuangan yang tak memenuhi syarat jumlah kursi untuk mengusung sendiri calonnya alias harus berkoalisi.
Kendati sudah tersebar desas-desus, namun ketiga parpol masih belum terang-terangan muncul ke permukaan.
Rumornya Golkar akan tetap mengusung calon petahana Fadia Arafiq, lalu PDI Perjuangan mengajukan Riswadi (saat ini wakil bupati).
Sedangkan PKB belum mengerucut, parpol pemegang rekor belum terkalahkan di Kota Santri ini masih menimbang-nimbang beberapa nama.
Meski belum terang-terangan, sejumlah politikus mengaku sudah didekati ketiga partai itu untuk berkoalisi.
Setidaknya ini mengonfirmasi bahwa sejauh ini sudah ada tiga kandidat dari tiga partai besar yang akan bertarung di Pilkada 2024 nanti.
Salah satu politikus yang mengaku sudah didekati ketiga parpol tersebut ialah Ketua DPC PAN Kabupaten Pekalongan Candra Saputra.
Candra mengatakan, partainya sudah mendapat ajakan dari tiga kekuatan tersebut.
Nama-nama yang ditawarkan kepadanya juga sama yakni Fadia, Riswadi, dan sejumlah nama dari PKB.
"Tapi kami belum putuskan ke mana. Kami juga perlu mendapat rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PAN," ungkapnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumar Rosul belum secara bulat mengonfimasi soal arah partainya dalam pilkada nanti.
Ia hanya berstatemen normatif bahwa saat ini pihaknya tengah membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati.
Ia juga belum mengiyakan kabar Riswadi akan maju, baik sebagai calon bupati ataupun wakil bupati.
Apalagi, kata dia, perolehan kursi partainya tak memenuhi syarat untuk mengusung sendiri calon yang ada.
"Semua nanti bergantung rekomendasi dari DPP. Yang jelas kalau kami mau mengusung, harus berkoalisi dengan partai lain," ujarnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla