METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Ada sinyal kuat dua partai raksasa akan berpasangan di Pilkada 2024 Kabupaten Pekalongan nanti.
Sinyal ini muncul usai Partai Golkar mengambil formulir pendaftaran calon kepala daerah di markas PKB, Selasa 30 April 2024 lalu.
Hubungan kedua partai ini yang semula panas-dingin, belakangan kian mesra.
Disebut duet raksasa karena Golkar saat ini merupakan partai penguasa.
Pada Pemilu 2024 lalu, mereka pun mendulang sembilan kursi.
Hasil tersebut sebenarnya cukup bagi Golkar untuk mengusung kandidat sendiri tanpa koalisi.
Sementara PKB merupakan partai pemenang pada Pemilu 2024 Kabupaten Pekalongan dengan perolehan 14 kursi.
Mereka juga mantan partai penguasa sebelum akhirnya Golkar berhasil memenangkan Fadia Arafiq sebagai bupati pada Pilkada 2021.
Dalam lintasan sejarah politik Kabupaten Pekalongan, PKB juga merupakan partai pemegang rekor belum terkalahkan dalam tiap pemilu sejak 2004.
Menariknya, kedua partai yang semula head to head pada Pilkada 2021 itu kini justru menunjukan kemesraan.
Apalagi sejumlah kader PKB di DPRD sempat vokal mengkritisi kebijakan-kebijakan Fadia, namun nampaknya kini kedua partai tengah membuka lembaran baru menatap Pilkada 2024.
Hubungan mesra kedua partai belakangan ini tampak dari pernyataan-pernyatan para elite mereka.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan Ruben Prabu Faza mengakui bahwa PKB merupakan partai besar.
"Dari dulu kami memang ingin bersama-sama maju dalam pilkada bareng PKB," ucapnya usai mengambil formulir pendaftaran calon kepala daerah di kantor DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Selasa 30 April 2024.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi juga memberikan komentar positif soal pengambilan formulir oleh Golkar itu.
Mantan Bupati Pekalongan itu pun ada di tempat saat Ruben mewakili Fadia mengambil formulir tersebut.
"Kalau nanti DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB merekomendasikan bupatinya adalah Bu Fadia, tentu kami sebagai aparatur partai di bawah ya harus sam'an wa tho'atan (patuh dan taat), dan menjaga kesejahteraan partai," ujarnya dalam wawancara, Rabu 1 Mei 2024.
Pertanyaan di lapangan yang kerap muncul ialah siapa antara Golkar dan PKB ini yang nantinya akan mengambil posisi calon bupati (cabup).
Sebab secara perolehan kursi, PKB jauh lebih banyak dari Golkar.
Namun dalam pemberitaan METROPEKALONGAN.COM sebelumnya Golkar sudah menyatakan bulat akan kembali mengusung Fadia sebagai cabup bukan cawabup.
Sementara di internal PKB, kata Asip, kader-kader menyarankan harus ambil posisi cabup karena sebagai partai pemenang.
"Tapi sebagian kader juga realistis, kalau tidak ada kader yang siap, ya sudah. Yang realistis, ya, mungkin kita bisa berkolaborasi dengan kekuatan politik yang lain," ungkapnya.(nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla