METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng tinggal beberapa bulan.
Penjajagan kerja sama antarpartai mulai terlihat. Kabar terbaru adalah mulai kesiapan Partai Gerindra dan Partai Demokrat Jateng yang siap berkondisi dalam Pilgub Jateng yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Kesiapan pertemuan kedua partai itu tercermin saat petinggi kedua partai bertemu di DPD Partai Gerindra Jateng.
Memanfaatkan momen silaturahim lebaran, kedua pihak saling bertukar pikiran dan dsikusi selama hampir dua jam.
Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sudaryono hadir langsung menyambut koleganya dari Demokrat, Rinto Subekti.
Baca Juga: Gerindra Kabupaten Pekalongan Kerahkan Ribuan Saksi untuk Kawal Suara Prabowo-Gibran
Sudaryono didampingi sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Heri Pudyatmoko bersama sejumlah pengurus dan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng.
Sedangkan Rinto Subekti didampingi sekretarisnya Kartina Sukowati dan beberapa elit partai. Pertemuan Usai yang berlangsung hangat Sudaryono mengatakan, kesiapannya berkoalisi dengan Partai Demokrat Jateng.
“Untuk pelaksanaan Pilgub Jateng yang akan datang, saya kira kami, Partai Gerindra dan Partai Demokrat siap berkoalisi dan bekerja sama lebih lanjut, apalagi di tingkat pusat hubungan Pak Prabowo dan Pak SBY sangat baik, dan kami senang-senang saja,” kata Sudaryono.
Kerja sama kedua partai, lanjut Cagub Jateng ini, sudah dibuktikan pada gelaran Pilpres lalu. Saat itu kedua partai bersatu dalam koalisi Indonesia Maju dan berhasil memenangkan calon yang diusung yakni Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.
Baca Juga: Gerindra kumpulkan Koordinator Saksi di Batang, Bekali Aturan KPU
“Saya kira kerja sama ini sangat layak untuk diteruskan,” ujar Sudaryono. Apalagi kedua partai memiliki kursi yang cukup untuk mengusung calon dalam Pilgub 2024 mendatang.
Partai Gerindra, lanjut Sudaryono, memiliki 17 kursi dan Partai Demokrat meraih 7 kursi. Jika keduanya digabung maka jumlah kursinya ada 24 dan jumlah itu sudah cukup mengusung kandidat cagub-cawagub sendiri.
Meski begitu, pihaknya tetap membuka kesempatan pada partai lain untuk bergabung dalam koalisi.
“Kami selalu terbuka menerima teman-teman pihak lain untuk bergabung dengan kondisi ini, kita bisa saling bekerja sama untuk membangun Jawa Tengah,” katanya.
Ditambahkan Sudaryono, kerja sama ini juga akan dilanjutkan di tingkat kabupaten/kota yang juga akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak.
“Kerja sama ini tentu akan dilanjutkan di tingkat kabupaten/kota yang juga akan mengadakan pemilihan bupati/wali kota, jadi tidak berhenti di sini saja, namun juga akan dikembangkan ke daerah-daerah,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPD Demokrat Jateng, Rinto Subekti mengaku senang jika bisa berkoalisi dengan Partai Gerinda Jateng.
“Kami sadar jika Partai Demokrat hanya memiliki tujuh kursi sehingga harus melakukan kedamaian, kerja sama dengan Gerindra membuat kami nyaman,” katanya.
Rinto menjelaskan, mengoordinasikan kata dia, melihat kondisi lokal, namun rekomendasi yang ada di DPP Partai Demokrat tetap menjadi patokan.
Sosok Sudaryono yang bakal maju sebagai calon Gubernur Jateng, menurutnya sebagai sosok potensial karena masih muda dan mampu memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu.
“Disini kita berpikir bagaimana Mas Sudaryono bisa dicalonkan, meskipun kita juga melakukan penjajakan calon internal,” bebernya.
Rinto menegaskan jika partainya siap berkoalisi dengan Gerindra, untuk Pilgub, ataupun Pilbup, dan Pilwakot.
Selain itu, menyelesaikan juga sepakat terbuka untuk dikembangkan dengan pihak manapun.
“Di Jateng ini kami siap berkoalisi, meskipun kearifan lokal berbicara. Domainnya tetap di DPP untuk menurunkan rekomendasi,” tutupnya. (kelima/ida)
Editor : Ida Nor Layla