METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Fadia Arafiq-Sukirman resmi mendaftar penjaringan bakal calon kepala daerah Kabupaten Pekalongan lewat Partai Gerindra.
Keduanya mendaftar langsung secara sepaket, dalam satu berkas sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.
Fadia-Sukirman datang bersama rombongan ke kantor DPC Partai Gerindra, Minggu 9 Juni 2024.
Belakangan ini keduanya memang kerap berdampingan dan menampakkan kekompakan di hadapan publik.
Kedatangan ke Gerindra kemarin merupakan kesekian kalinya mereka berdampingan sejak santer isu akan berpasangan di Pilkada nanti.
Sejauh ini Fadia sudah mendaftar ke hampir semua partai politik (parpol) yang membuka penjaringan. Baik PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan kali ini Gerindra.
Dari empat parpol tersebut, PKB dan PAN sudah memberikan rekomendasi tahap pertama untuk Fadia sekaligus Sukirman.
"Berarti kami yang sudah (mendaftar) itu PKB, PAN, Gerindra, PDI perjuangan juga. Kalau Golkar memang tidak buka, cukup satu saja sudah (saya sendiri)," kata Fadia.
Dari tujuh parpol parlemen, tinggal PPP dan PKS yang belum Fadia masuki secara resmi.
Namun, kata Fadia, saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan dua parpol tersebut.
"Kami sudah komunikasi semuanya, termasuk ke PDIP juga kami komunikasi di pusat. Semoga ini Gerindra nantinya juga bergabung (ke koalisi kami)," ujarnya.
Jika PDI Perjuangan, Gerindra, PPP, dan PKS nanti mengikuti langkah PKB dan PAN, maka Fadia berhasil menarik semua parpol parlemen dalam koalisi.
Saat ini Fadia juga telah mendapat rekom dari parpol di luar parlemen yakni Nasdem. Perindo dan PSI dikabarkan juga tengah merapat.
"Karena kami ingin bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. Kalau masih ada perpecahan-perpecahan, saya pikir nanti dalam membangun itu kurang enak lah. Makannya kami coba mendaftar ke semua partai," ucap Fadia.
Sementara itu pengurus sekaligus Ketua Desk Pilkada DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan Andung Supriyagi mengatakan, menanggapi positif ajakan berkoalisi dari Fadia. Namun ia tidak bisa memastikan hasilnya.
"Ya, semuanya kan serba mungkin. Jam ini, pokoknya semuanya masih serba mungkin lah. Apapun kami hanya berdasarkan hasil dari DPP (pusat). Kami berusaha melaporkan saja apa yang terjadi di sini," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla