Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Siswa SD Ikuti Lomba Stand Up Comedy Berbahasa Jawa, Mengundang Gelak Tawa

Riyan Fadli • Rabu, 4 September 2024 | 07:19 WIB
TAWA: Peserta dhagel ijen saat tampil di depan dewan juri dalam Lomba FTBI Kecamatan Batang.
TAWA: Peserta dhagel ijen saat tampil di depan dewan juri dalam Lomba FTBI Kecamatan Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ratusan pelajar SD se-Kecamatan Batang memadati kompleks SD Karangasem.

Puluhan siswa beradu materi stand up comedy dalam bahasa Jawa. Gelak tawa pun tumpah di salah satu ruang kelas tempat lomba.

M Syarifudin, ketua panitia Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kecamatan Batang menjelaskan, ada tujuh kategori lomba yang dipertandingkan.

Salah satu yang unik dan baru pertama dilombakan adalah stand up comedy berbahasa Jawa. Mereka menyebutnya Dhagel Ijen. 

"Sebelumnya belum ada, ini cabang baru. Dhagel Ijen namanya, kalau di istilah televisi itu stand up comedy," terangnya, Selasa 3 September 2024.

Ia menjelaskan, lewat lomba Dhagel Ijen itu gelak tawa pecah. Keberanian siswa pun bisa menghibur audien yang ada. Harapannya, ketangkasan berkomunikasi para siswa bisa diasah melalui kegiatan tersebut. 

"Dhagel ijen itu biar anak-anak bisa berkomunikasi, kemudian bisa bercerita, bisa menyampaikan sesuatu yang menarik pada audiens," imbuhnya.

Tema khusus yang diangkat adalah tema kekinian dalam kehidupan anak-anak zaman sekarang. Semakin banyak anak bisa membuat ketawa, semakin tinggi nilai yang diberikan oleh para juri.

Sebanyak 31 siswa mengikuti lomba Dhagel Ijen kali ini. Sementara lomba lain yang digelar di antaranya, geguritan, mendongeng, macapat, aksara Jawa, dan lainnya.

"Lomba FTBI tingkat Kecamatan Batang ini diikuti 60 sekolah se Kecamatan Batang. Total ada 376 siswa yang mengikuti lomba kali ini. Lomba ini dilaksanakan berjenjang, dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi," ucapnya.

Salah satu peserta, Akilah Milly Nur Prasetya, siswa kelas 6, SD Proyonanggan 5 menyebutkan, ia tidak malu sama sekali saat Dhagel Ijen di depan.

Ia sudah berlatih khusus untuk mengikuti lomba ini. Cara belajarnya dengan memahami cerita dalam bahasa Jawa. Juga belajar lewat YouTube. 

"Ceritanya tentang kehidupan lucu saat sekolah. Latihannya 2 mingguan, cerita lucu-lucu," tuturnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#stand up #Tawa #batang #FTBI