Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Debat Perdana Pilkada Kota Pekalongan: Adu Gagasan di Panggung, Adu Komentar di Media Sosial

Lutfi Hanafi • Minggu, 27 Oktober 2024 | 23:20 WIB

DEBAT PASLON – Kedua paslon Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan Tahun 2024, saat adu gagasan dalam debat yang digelar KPU, pada Sabtu malam (26/10/2024).
DEBAT PASLON – Kedua paslon Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan Tahun 2024, saat adu gagasan dalam debat yang digelar KPU, pada Sabtu malam (26/10/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Debat terbuka antar pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan berlangsung lancar dan kondusif di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Sabtu malam 26 Oktober 2024.

Meski acara berjalan tertib, suasana riuh terjadi di media sosial, tempat para pendukung kedua paslon saling berkomentar dan menyindir satu sama lain.

Debat perdana ini menjadi ajang penting bagi kedua paslon untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka kepada masyarakat yang akan memilih pada Rabu, 27 November 2024.

Paslon nomor urut 1, H Muhtarom dan H Makmur Sofyan Mustofa (Utama), diusung oleh PAN dan PKB.

Sedangkan paslon nomor urut 2, HA Afzan Arslan Djunaid dan Hj. Balgis Diab (Ajib) diusung oleh koalisi besar 9 partai politik, termasuk PDI Perjuangan, Golkar, dan PKS.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Pekalongan, panelis, simpatisan kedua paslon, komisioner KPU, Bawaslu, TNI, Polri, serta awak media.

Debat tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube KPU Kota Pekalongan yang turut menjadi ajang adu argumen bagi pendukung masing-masing paslon di kolom komentar.

Tidak jarang terlihat pendukung yang saling menyindir, menuding, bahkan membalas komentar-komentar lawan dengan berbagai pernyataan yang memanas.

Ketua KPU Kota Pekalongan Fajar Randi Yogananda menyampaikan, acara debat berjalan sesuai aturan tanpa kendala yang berarti.

"Alhamdulillah debat terbuka perdana ini berjalan lancar. Kami mengapresiasi kedewasaan baik dari paslon Utama maupun paslon Ajib beserta tim kampanyenya," ujarnya.

Meski berjalan lancar, Fajar menyatakan, KPU tetap akan melakukan evaluasi untuk memastikan debat putaran kedua pada 8 November 2024 dapat berlangsung lebih baik.

Pada debat kali ini, pertanyaan panelis difokuskan pada studi kasus. Di mana masing-masing paslon diharapkan memberikan jawaban yang konkret dan solutif.

Ia juga menegaskan, debat berjalan tanpa pelanggaran, termasuk tidak adanya isu SARA yang disampaikan oleh kedua paslon.

"Kami berharap, melalui debat ini. KPU dapat memberikan edukasi kepada pemilih sehingga mereka memiliki gambaran jelas tentang calon kepala daerah yang akan dipilih pada Pilkada mendatang," tambahnya.

Calon Wali Kota dari paslon nomor urut 1, H Muhtarom menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran debat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa visi dan misi paslon Utama adalah "Melayani Umat," dengan fokus pada membangun Kota Pekalongan yang lebih makmur.

“Kami puas dengan penampilan kami di debat pertama ini. Kami berharap dapat terus memberikan khidmat yang terbaik bagi masyarakat Kota Pekalongan,” ujar pria yang akrab disapa Ji Tarom.

Di sisi lain, calon wali kota dari paslon nomor urut 2, HA Afzan Arslan Djunaid, memaparkan visi, misi, dan program kerja yang didukung dengan data-data konkret.

Menurutnya, data menjadi pedoman dalam menyusun program yang realistis dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta penanganan banjir dan rob.

“Kami optimistis dan puas dengan penampilan debat kali ini, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan,” tuturnya.

Meski di panggung debat kedua paslon saling memaparkan gagasan dengan tertib. Namun suasana berbeda terlihat di media sosial.

Para pendukung masing-masing paslon tak segan saling berkomentar dan menyindir, menciptakan perdebatan panas yang menjadi cerminan dari antusiasme mereka menjelang Pilkada.

Harapannya semangat ini dapat tetap terkendali dan tidak mengarah pada konflik yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Pilkada Kota Pekalongan 2024 menjadi ajang penting untuk menentukan pemimpin masa depan kota ini.

Debat publik pun memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai program dan visi calon pemimpin mereka. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#paslon #debat paslon #KPU Kota Pekalongan