METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Sebanyak 13 kepala daerah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah masih belum mengikuti orientasi kepemimpinan (retret) di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah (Jateng).
Sejak Jumat 21 Februari 2025 hingga hari kedua Minggu 23 Februari 2025.
Sebanyak 13 kepala daerah dari Jawa Tengah ini merupakan kepala daerah yang saat pencalonannya menggunakan kendaraan partai PDI Perjuangan.
Salah satunya adalah Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid sudah stand by di Magelang sejak Jumat 21 Februari 2025 seusai pelantikan di Jakarta Kamis 20 Februari 2025.
Karena ada imbauan menunda rangkaian retret dari Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
“Manut arahan partai. Stand by di Magelang dulu menunggu instruksi selanjutnya,” katanya.
Ke-13 kepala daerah dari Jawa Tengah ini masuk dalam bagian dari 47 kepala daerah yang tidak mengikuti retret di komplek Akmil Magelang tanpa alasan.
Jadi totalnya 450 kepala daerah dari total 503 kepala daerah yang mengikuti rangkaian retret pada hari kedua, Minggu 23 Februari 2025.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan, terdapat 47 kepala daerah tidak hadir tanpa keterangan untuk mengikuti pembekalan atau retret di Akmil Magelang, Jateng.
Bima menyatakan, panitia mempersilakan para kepala daerah tersebut mengirimkan perwakilan, jika memang tidak bisa hadir secara langsung.
“Yang tidak ikut itu akan mengirimkan wakilnya atau sekda. Rasanya masih memungkinkan, kalau hari ini menyusul bergabung apapun alasannya. Jamnya belum tahu,” ungkap Bima.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan, kegiatan orientasi saat ini sangat penting.
Bukan kepentingan pusat, melainkan kepentingan daerah itu sendiri. Agar para kepala daerah memiliki bekal yang cukup sebelum lima tahun nanti melangkah.
“Ini hanya kegiatan 7 hari, dibanding dengan 5 tahun mereka akan bekerja. Jadi kalau enggak mengambil bagian, ya rugi sendiri nanti. Mereka akan kehilangan momentum untuk bisa mendapatkan teman baru, mengenal para menteri, dan juga kenal dengan gubernur misalnya. Ya kehilangan momentum itu, ya nanti setelah itu mereka harus mencari sendiri jalur mungkin untuk kenal,” ungkapnya.
Tito menyampaikan, kegiatan orientasi ini bermanfaat bukan hanya untuk satu partai, dua partai, tiga partai, tapi semua kepala daerah.
Bukan posisi partainya, tapi posisi kepala daerahnya, yang diharapkan.
Karena kepala daerah dipilih oleh rakyat dan mereka harus bertanggung jawab kepada rakyat kembali. Partai hanya kendaraan bisa ikut dalam pemilihan.
“Ketika dia terpilih, dia tanggung jawabnya nomor satu kepada rakyatnya yang memilih. Silakan nanti rakyat yang menilai,” ujarnya usai memberikan materi.
Sebagian besar kepala daerah yang belum hadir retret di Magelang merupakan kader PDI Perjuangan.
Pasalnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi kepada para kader partai berlambang banteng untuk menunda keberangkatan.
Instruksi itu keluar tidak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Berikut daftar kepala daerah di wilayah Jawa Tengah yang belum hadir dalam retret di Akmil Magelang:
1. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono
2. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti
3. Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid
4. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono
5. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat
6. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno
7. Bupati Karanganyar H. Rober Christanto
8. Bupati Sukoharjo Etik Suryani
9. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari
10. Bupati Temanggung Agus Setyawan
11. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
12. Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha
13. Bupati Magelang Grengseng Pamuji