METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekalongan 2024 dinilai berjalan baik dan lancar.
Namun KPU Kota Pekalongan tetap melakukan evaluasi untuk peningkatan ke depan.
Ketua KPU Kota Pekalongan Fajar Randi Yogananda menegaskan, sepanjang penyelenggaraan Pilkada 2024, tidak ada insiden besar yang menjadi viral atau mengganggu jalannya pemungutan suara.
"Secara umum, pelaksanaan Pilkada Kota Pekalongan 2024 berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawas TPS di masing-masing wilayah telah bekerja dengan baik. Memang ada TPS yang terdampak banjir, tetapi situasi tersebut dapat diatasi dan diantisipasi tanpa mengganggu proses pemungutan suara," kata Fajar Rabu 5 Maret 2025.
Sebelum hasil Pilkada diumumkan secara resmi, KPU Kota Pekalongan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 19 Februari 2025.
FGD ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Bawaslu Kota Pekalongan, Lembaga Pendidikan Politik dan Demokrasi (LP2D), perwakilan media, akademisi dari UIN Gus Dur Bapak Ayon Dinianto, S.H., M.H., serta perwakilan pasangan calon dari masing-masing tim sukses.
Dalam diskusi tersebut, para akademisi menekankan pentingnya evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Evaluasi ini menjadi laporan kepada publik atas jalannya Pilwalkot 2024, sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan Pilkada mendatang.
"Masyarakat harus diberi ruang untuk memberikan masukan terhadap penyelenggaraan Pilkada. Selain itu, data dan fakta yang telah dikumpulkan selama proses pemilihan dapat menjadi bahan analisis dalam meningkatkan kualitas demokrasi," ujar Ayon Dinianto.
Baca Juga: KPU Kota Pekalongan Resmi Tetapkan Aaf-Balgis sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih
Salah satu catatan penting dalam evaluasi ini adalah menurunnya partisipasi pemilih.
Hal ini masih perlu diteliti lebih dalam, apakah karena kurangnya sosialisasi mengenai hari pencoblosan, banyak warga yang bepergian ke luar kota, atau faktor lainnya.
Persentase kehadiran pemilih menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan partisipasi pada pemilihan selanjutnya.
Dari sisi Lembaga Pendidikan Politik dan Demokrasi (LP2D), pelaksanaan Pilkada 2024 dinilai sudah sesuai tahapan yang ditetapkan.
Namun, tantangan ke depan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih aktif dalam memberikan suara di Pilkada mendatang.
LP2D menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya peningkatan partisipasi pemilih pada Pilwalkot 2029.
Sementara itu, Bawaslu Kota Pekalongan juga menyampaikan pandangannya. Secara komprehensif, Pilkada Kota Pekalongan 2024 berlangsung lancar, aman, dan kondusif.
Meski terdapat dinamika di lapangan, semuanya dapat diselesaikan dengan baik.
Menariknya, angka pelanggaran administratif dalam Pilkada kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Penurunan angka pelanggaran ini berkat adanya paradigma baru dari Bawaslu dalam melakukan pencegahan secara terus-menerus. Kami rutin memberikan saran dan imbauan kepada KPU, yang kemudian segera ditindaklanjuti. Hasilnya, penyelenggaraan Pilkada tahun ini jauh lebih tertib dan minim pelanggaran," ujar perwakilan Bawaslu Kota Pekalongan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla