METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir, menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sejumlah pokok pikiran (pokir) strategis.
Pokir tersebut dituangkan dalam Forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Tahun 2025–2029 yang berlangsung di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan, Rabu 14 Mei 2025.
Dalam forum tersebut, Azmi menyampaikan bahwa pokir yang diusulkan DPRD Kota Pekalongan harus mampu menjawab tantangan riil masyarakat.
Baca Juga: Seluruh Sekolah di Medono Kota Pekalongan, Kompak Wujudkan Zona Pendidikan Zero Waste
Sekaligus sejalan dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan menuju “Kota Mina Batik” yang unggul dalam sektor perikanan dan batik.
"Sinkronisasi antara visi kepala daerah dan program pembangunan sangat penting, agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat secara luas," ujarnya.
Pokir utama yang menjadi perhatian Azmi adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai landasan penting untuk mendorong kemajuan daerah.
Baca Juga: Revolusi Hijau Warung Masduki, dari 10 Kantong Sampah, Kini Jadi Setengah Kresek
Ia menekankan pentingnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator kesejahteraan, yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
“Kami ingin generasi Pekalongan tumbuh menjadi generasi unggul, yang tidak hanya berpendidikan tinggi tetapi juga mampu memperbaiki ekonomi keluarganya,” terang Azmi.
Azmi juga menyoroti perlunya pendidikan yang inklusif, agar semua lapisan masyarakat —termasuk kaum difabel dan kelompok rentan—mendapatkan akses pendidikan yang adil dan layak.
Baca Juga: Lahan Tidur Bekas Rob Kini Panen Padi, Kota Pekalongan Siap Jadi Lumbung Pangan Baru
Pokir berikutnya menyasar sektor kesehatan. Azmi mengusulkan sistem layanan kesehatan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa harus melalui jalur aduan atau keluhan ke dewan atau pejabat.
“Masyarakat harus dapat mengakses layanan kesehatan secara mudah, cepat, dan berkualitas, tanpa harus mengeluh ke mana-mana,” tegasnya.
Tak kalah penting, Azmi menyoroti tantangan lingkungan berupa volume sampah harian Kota Pekalongan yang mencapai 100-110 ton.
Ia menilai, jika tidak ditangani dengan serius, masalah ini akan membebani daya tampung kota dan mengancam kebersihan lingkungan.
“Kapasitas lahan TPA dan sarana pengelolaan sampah harus ditinjau ulang.Sampai Pekalongan dikirimkan karena limbah domestik,” ujarnya.
Azmi juga menegaskan, keberhasilan pembangunan hanya dapat tercapai jika ada komunikasi politik yang solid dan sinergis antara DPRD, Pemerintah Kota, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.
“Setiap program harus mempunyai dampak nyata dan langsung dirasakan oleh warga. Itulah esensi pembangunan yang berpihak pada rakyat,” tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla