METROPEKALONGAN.COM, Batang - Desa-desa di Kabupaten Batang kini tidak akan mendapatkan bantuan keuangan (Bankeu), kecuali memenuhi tiga persyaratan dari bupati.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, persyaratan ini menjadi wajib sebagai indikator desa yang layak mendapat bantuan.
“Setiap tahun kan memang kita ada Bankeu ke desa. Ke depan kita tidak lagi memberikan bantuan Bankeu itu tanpa indikator. Yang menjadi prioritas dan tidak, itu ada indikator,” kata Bupati Faiz pada acara silaturrahmi akbar Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rabu 21 Mei 2025.
Selain itu, desa dengan angka tekanan tinggi juga tidak akan menjadi prioritas untuk mendapatkan Bankeu.
Pihaknya akan mengukur tingkat persentase dan jumlah orang yang menganggur sebagai syarat untuk dua.
Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan program pelatihan kerja yang bisa membuat pesertanya langsung bekerja.
Baca Juga: Warga Jaga Hutan, Perhutani Bantu Sarana Air Bersih di Desa Suradadi
Tahun ini akan ada pelatihan untuk 2 ribu orang yang siap bekerja untuk mengurangi kemiskinan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sudah bekerjasama dengan 5 perusahaan sebagai penyalur tenaga kerja. Lima perusahaan itu membutuhkan 14 ribu tenaga kerja.
Bulan depan program tersebut akan diluncurkan. Setiap desa punya kesempatan mendorong anak-anak mudanya ikut pelatihan.
“Setiap desa harus mempunyai tempat pengelolaan sampah. Oleh karena itu, saya mendorong sekali BPD yang ada di Kabupaten Batang berkoordinasi berkomunikasi dengan kepala desa bagaimana menuntaskan sampah yang ada di Kabupaten Batang. Syukur-syukur sampah bisa berhenti di tingkat desa,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla