Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Daya Beli Hewan Kurban Turun Drastis di Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:29 WIB
PEMERIKSAAN: Tim dari Dispaperta saat memeriksa sapi milik peternak di Batang.
PEMERIKSAAN: Tim dari Dispaperta saat memeriksa sapi milik peternak di Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Menjelang Idul Adha 2025, penjualan sapi kurban di Kabupaten Batang lesu.

Subari, peternak asal Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, merasakan adanya penurunan drastis penjualan hewan kurbannya pada tahun 2025 kali ini.

"Sampai sekarang (H-2) baru 16 ekor sapi yang terjual. Semoga masih ada yang beli jelang hari H," kata Subari di kandangnya, Rabu 4 Juni 2025.

Subari menyebutkan punya 47 ekor sapi pada tahun ini. Jumlah sapi yang tidak terjual pada Idul Adha mencapai 24 ekor sapi.

Angka penjualan itu jauh lebih sedikit dari Idul Adha tahun 2024. Tahun lalu, Subari bisa menjual sejumlah 40 ekor sapi. Subari menjual sapi jenis simental, limousin, dan Jawa.

“Bobot paling kecil 250 Kilogram, sampai 800-an Kilogram. Harganya Rp 16 juta sampai Rp 60 jutaan,” tuturnya.

Menurut Ambar, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, belum ditemukan adanya gejala penyakit mulut dan kuku.

“Yang penting mulut tidak ada luka, tidak ada air liur berlebih, dan kuku utuh, itu sudah jadi indikator awal bahwa hewan bebas dari PMK,” ujar dokter hewan dari Dispaperta, Ambar Puspitaningsih.

Meski begitu, ia tetap mewanti-wanti agar lalu lintas hewan dari luar daerah yang sempit, karena potensi penyebaran PMK lebih banyak berasal dari luar wilayah.

“Sampai awal Juni ini, zero kasus PMK di Batang. Tapi kami tidak boleh lengah,” tegasnya.

Pada Idul Adha tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban yang tercatat sekitar 2.500 ekor sapi dan 4.500 ekor kambing.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah pada tahun 2025 jumlah itu akan meningkat atau stagnan.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, DKPP Kabupaten Pekalongan Periksa Hewan Kurban Siap Jual di Pasar Ternak, Ini Hasilnya 

Yang menjadi perhatian serius adalah tren penyembelihan sapi betina yang masih cukup tinggi.

Ambar mengimbau agar masyarakat mulai mengalihkan pilihan ke sapi jantan demi menjaga populasi indukan ternak.

“Masih banyak yang memakai sapi betina. Padahal kami anjurkan yang jantan untuk disembelih. Ini penting untuk kelestarian,” ungkapnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ternak #kurban #batang