Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sering Jadi Jujugan Orang Minta Jabatan, Ini Sosok Mbah Demang Sulang yang Dikeramatkan

Lutfi Hanafi • Kamis, 25 Januari 2024 | 21:13 WIB
ZIARAH : Ketua Pengurus Makam, Chaerudin (kaos merah) menemani seorang peziarah dari Wonogiri di makam Demang Mertoyudho alias Demang Sulang di desa Kutosari Gringsing.
ZIARAH : Ketua Pengurus Makam, Chaerudin (kaos merah) menemani seorang peziarah dari Wonogiri di makam Demang Mertoyudho alias Demang Sulang di desa Kutosari Gringsing.

METROPEKALONGAN.COM, BATANG – Wilayah Gringsing di timur Kabupaten Batang atau pesisir Pantura (Pantai Utara), dikenal memiliki sejarah cukup tua. Selain memiliki situs atau peninggalan sejarah era Hindu, juga banyak peninggalan era Mataram Islam.

Salah satunya, situs Makam Demang Mertoyudho di Dukuh Sulang, Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing. Makam keramat yang sudah berusia ratusan tahun ini, banyak didatangi pejabat hingga masyarakat umum, yang menginginkan jabatan tertentu.

"Bahkan pernah ada pejabat yang datang dari luar Jawa dan menginap beberapa hari di musala makam. Mereka biasanya berhahap bisa dapat jabatan lagi,” kata Juru Kunci Makam, Bonaim kepada METROPEKALONGAN.COM.

Bahkan ada rombongan dari Wonogiri yang rutin datang setiap bulan untuk berdoa. Termasuk setiap minggu terakhir di bulan Suro, ada gelaran haul yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah.

Untuk mencapai situs makam Demang Mertoyudho, peziarah bisa melalui jalan milik Perhutani. Akses masuk dari RM Ayam Bu Bengat ke selatan sekitar 1 kilometer. Lokasi makam ini sangat teduh dan sejuk, karena berada di kawasan hutan jati. Kondisi ini cocok untuk meditasi. Selain itu juga sepi karena jauh dari perkampungan.

Kondisi Makam Demang lumayan terawat hingga kini. Karena sejak 2003 dibentuk yayasan yang mengurusui makam. Yayasan ini diketuai oleh Chaerudin.

Nama asli Demang Mertoyudho belum diketahui hingga sekarang, karena belum ada yang berupaya serius untuk mengungkap jati dirinya.

Dari catatan sejarah yang diimiliki warga setempat secara turun temurun, Ketua Demang Mertoyudho adalah prajurit Pangeran Diponegoro yang ikut berperang melawan Belanda. Dengan tugas sebagai penyedia logistik sekaligus mengamankan wilayah barat Kalikuto.

Sepak terjang Demang Mertoyudho membuat Belanda kewalahan. Sehingga menjadi target penangkapan. Karena terdesak, Demang Mertoyudho bersama pasukan dan warga sekitar lari dan menyusun strategi di daerah Sulang di tepi Sungai Kalikuto.

"Itu sebabnya Demang Mertoyudho kemudian dikenal sebagai Demang Sulang, karena bermukim di sana," tegas Chaerudin.

Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), penduduk Sulang direlokasi oleh pemerintah ke daerah yang lebih dekat jalan raya. Kini daerah tersebut, diberi nama Dukuh Sulangsari.

Makam Demang Sulang tetap dipertahankan dan dikeramatkan. Belum lama ini, bangunan makam dipugar dan diberi cungkup lengkap dengan musala dan tempat wudhu di sebelahnya.

Tidak jauh dari makam Demang Sulang ada makam Kiai Sulaiman Subkhi yang usianya lebih tua. Konon Kiai Sulaiman Subkhi adalah bangsawan dari Kerajaan Kalimantan. Keluarga kerajaan sendiri pernah ada yang datang untuk mencari tahu.

Kedua makam itu sekarang menjadi tujuan wisata religi.

Camat Gringsing Adhi Baskoro menyatakan, situs makam di Sulang layak dipertahankan dan dirawat karena menjadi aset budaya lokal.

"Pemerintah Desa Kutosari dan Perhutani bisa bekerjasama, misalnya dengan memperbaiki jalan," harap Adhi Baskoro.

Dengan memiliki akses jalan yang bagus, tentu bisa meningkatkan kunjungan ke wilayah setempat. Sehingga bisa menaikkan taraf hidup warga dari wisata religi. Karena bisa tumbuh ekonomi baru di sekitar makam. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #situs budaya #Demang Mertoyudho #Kabupaten Batang