METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ratusan bendera merah putih dikirab secara estafet pada Jumat 11 Oktober 2024.
Pawai ini untuk memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh ulama kharismatik Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, yang akan dilaksanakan Minggu 13 Oktober 2024.
Kirab ini pertama dimulai dari Desa Candiareng, kemudian ke Desa Masin Kecamatan Warungasem, lalu ke Kota Pekalongan.
Dengan melibatkan anggota TNI, Polri, Banser, Timsar Kanzus Solawat, dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya.
Ada sejarah perjuangan perlawanan terhadap Belanda dalam rute yang dilalui tersebut.
"Setiap tahun, di Batang ini dilakukan estafet kirab merah putih. Awalnya dari Candiareng, kemudian ke Masin, langsung ke Pekalongan, diserahterimakan ke Pemkot Pekalongan," kata Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki usai membuka jalannya kirab, Jumat 11 Oktober 2024.
Menurutnya, Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum yang sangat berharga bagi umat Islam sebagai sumber inspirasi dan teladan.
Sementara kegiatan kirab merah putih ini merupakan wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai unsur. Seperti TNI, Polri, Ormas keagamaan, hingga masyarakat.
Karena itulah, masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui pun terlihat antusias menyaksikan jalannya kirab.
"Saya mengajak kepada para peserta Kirab Merah Putih untuk memaknai kegiatan ini sebagai bentuk cinta tanah air, menjunjung nilai persatuan dan kesatuan demi mempertahankan keutuhan NKRI," imbuhnya.
Kirab merah putih ini erat kaitannya dengan sejarah perjuangan Syech Tholabuddin.
Karena itu, lokasi makamnya menjadi salah satu titik kumpul jalannya kirab setiap peringatan Maulud Nabi Nabi Muhammad SAW.
Tokoh tersebut merupakan simbol perjuangan rakyat Masin dipimpin Syech Tholabuddin yang mengusir penjajah dengan berjalan kaki ke Pekalongan.
Sebelumnya, siasat pertempuran untuk mengusir penjajah itu dilakukan tentara Indonesia di Dukuh Klopogodo, Desa Candiareng bersama masyarakat dan ulama.
Operasi tersebut berlangsung dari tempat persembunyian di Desa Candiareng, menuju Desa Banjiran Kecamatan Warungasem.
Saat itu, tentara bersama masyarakat Warungasem berhasil mengusir penjajah. Belanda pun kalah dalam agresi militer kedua tahun 1949.
"Sejarah menjadi saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan kemajuan yang kita nikmati saat ini. Tidak boleh kita melupakan perjuangan serta pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pendahulu," tandasnya.
Kirab Merah Putih finish di Pendopo Alun-Alun Kota Pekalongan. Dalam kesempatan tersebut, bendera merah putih diserahterimakan dari perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.
Disaksikan oleh jajaran Forkopimda Kota Pekalongan, para kiai, habaib, asatid, pengurus PCNU Kota Pekalongan, pengurus badan otonom PCNU Kota Pekalongan, Dandim 0710 Kota Pekalongan dan jajarannya, Kapolres Pekalongan Kota dan jajarannya, serta forum pejabat tingkat kecanatan dan kelurahan lainnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla