Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jelang Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2024, Digelar Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI

Ida Nor Layla • Minggu, 13 Oktober 2024 | 07:46 WIB
IKRAR NKRI : Sejumlah perwakilan berbagai elemen melakukan ikrar NKRI yang disaksikan 2.000 peserta apel di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Sabtu 12 Oktober 2024.
IKRAR NKRI : Sejumlah perwakilan berbagai elemen melakukan ikrar NKRI yang disaksikan 2.000 peserta apel di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Sabtu 12 Oktober 2024.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Apel Merah Putih dan ikrar NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) digelar di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Sabtu pagi 12 Oktober 2024. Ini digelar menjelang Maulid Akbar 2024 yang akan digelar besok Ahad 13 Oktober 2024.

Ketua Panitia Maulid Akbar 2024 yang juga Kapolres Kabupaten Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto mengungkapkan, acara ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat bersama 2000 orang peserta. Di antaranya perwakilan TNI, Polri, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Pemkab Batang, PCNU Kota Pekalongan, PCNU Kabupaten Batang, PCNU Kabupaten Pekalongan, Muslimat, Pramuka, pengurus Ndaru, pengurus Petanesia, IPNU-IPPNU, para pelajar, hingga para santri, dan lainnya.

Plt Wali Kota Pekalongan Salahudin menjadi inspektur upacara. Plt wali kota kali ini juga didampingi Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya, S.Sos., M.Han dan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Prayudha Widiatmoko, S.I.K.

Acara tradisi tahunan ini, sengaja dilaksanakan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam mensukseskan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih serta pemilihan kepala daerah (Pilkada) yakni Pemilihan Gubernur (PIlgub), Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup).

Dalam pembacaan Ikrar NKRI, dibacakan perwakilan dari TNI, Polri, Pramuka, Banser, Satpol PP, santri, dan Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Kami sadar bahwa merah putih lambang negara, merah putih lambang harga diri, jati diri, dan kehormatan bangsa kami Indonesia, maka dari itu demi Tuhan Yang Maha Esa, kami berikrar WAJIB bagi kami:

Kami bangga menjadi bangsa Indonesia Kami bangga menjadi anak Indonesia

Kami bangga merasa memiliki Indonesia Indonesiaku Indonesiamu Indonesia kita Bhinneka Tunggal Ika

Kami bersumpah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI harga mati dan bela negara adalah kewajiban kami Semoga Allah Yang Maha Esa melindungi dan memberikan kekuatan dalam persatuan dan kesatuan.”

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Pekalongan Salahuddin menyampaikan amanat apel merah putih. Menurutnya, Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari berhasil mencetuskan prinsip hubbul wathani minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Hal ini mampu membangkitkan nasionalisme rakyat Indonesia untuk mengusir para penjajah.

“Kiai Hasyim Asy’ari adalah ulama yang mampu membuktikan bahwa agama dan nasionalisme bisa saling memperkuat dalam membangun bangsa dan negara. Dua unsur ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain,” tandasnya.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang menuntut seluruh elemen bangsa menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan. Di sinilah prinsip cinta tanah air harus diteguhkan.

Agama dan nasionalisme adalah dua hal penting yang memperkuat dalam membangun bangsa dan negara. Agama memerlukan tanah air sebagai lahan dakwah dan menyebarkan agama, sedangkan tanah air memerlukan siraman-siraman nilai-nilai agama agar tidak tandus dan kering. “Nasionalisme tanpa agama akan kering,” tandasnya.

Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk rasa syukur terhadap dzat yang telah menciptakan manusia paling mulia di dunia. Rasa syukur itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi sumber etika dalam berbangsa dan bernegara.

“Berbagai sifat tauladan Rasulullah SAW dapat kita implementasikan ke berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan keseharian kita dengan mencontoh perilaku beliau semasa hidupnya,” katanya.

Dalam hal kekuatan akidah dan ibadah, Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akidah, ibadah, dan muamalah bagi umat Islam dengan beragam latar belakang sosial budayanya.

Sementara itu dalam hal ekonomi, Rasulullah membangun etos kerja umat, menegakkan moral para pelaku ekonomi, serta menggerakkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai sistem jaminan sosial.

Dalam hal kekuatan sosial, Rasulullah membangun hubungan persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, membudayakan tolong-menolong di antara sesama muslim.  Adapun dalam hal kekuatan politik, Rasulullah membentuk kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah, yang merupakan piagam negara tertulis pertama di dunia, jauh sebelum munculnya deklarasi hak-hak asasi manusia yang dilahirkan PBB pada 1948. 

Dalam Piagam Madinah ini antara lain diatur politik pertahanan negara dan hubungan muslim dengan non-muslim. Dengan piagam madinah ini, jelas sekali ajaran islam dan umatnya menghargai kemajemukan suku, golongan, dan agama. 

Keteladanan nabi muhammad menjadi contoh tentang bagaimana umat seharusnya bersikap dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan negara yang makmur.

“Dengan meneladani Rasululah SAW, kita rawat persatuan dan kekuatan bangsa Indonesia untuk bergerak maju, untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan Makmur,” tandas Pj wali kota.

Selain itu, dalam semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah, pj wali kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.

“Momen ini sebagai refleksi dalam menghadapi tahapan pelantikan presiden pada tanggal 20 oktober mendatang dan tahapan Pilkada serentak 2024 yang akan digelar pada 27 november 2024. Saya berharap, dengan semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dapat menjaga kondusifitas, keamanan, dan keharmonisan,” katanya. 

Pentingnya toleransi dalam menciptakan suasana yang damai di tengah keberagaman masyarakat guna memperkuat kondusivitas, demi terciptanya kondisi yang tetap aman dan damai.  

Oleh karena itu saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga situasi kamtibmas dan mari kita dukung pelaksanaan proses pelantikan presiden  dan pilkada tahun 2024 agar berjalan aman, tertib dan kondusif. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Maulud Nabi Muhammad SAW #Apel Merah Putih #Kanzus Sholawat pekalongan #ikrar NKRI