METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – M Slamet atau yang akrab disapa Kaji Slamet, warga Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, adalah sosok inspiratif.
Pengusaha batik yang fokus memproduksi daster ini menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki jalan rusak di sekitar tempat tinggalnya, di Jalan Gajah Mada Barat, Gang 2.
Kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar tidak hanya mempermudah aktivitas warga, tetapi juga menjadi wujud nyata kepeduliannya terhadap lingkungan.
Kaji Slamet mengaku merasa prihatin melihat kondisi jalan utama di daerahnya yang rusak parah dan rawan banjir.
Terlebih, baru-baru ini tanggul di wilayah Pasirsari jebol, akibatnya banjir meluas hingga merendam jalan utama di Tirto.
"Saya gemas melihat jalan rusak tidak segera diperbaiki. Apalagi saat banjir, warga kesusahan untuk bisa lewat. Akhirnya saya putuskan memperbaiki sendiri," kata Kaji Slamet saat ditemui wartawan Jawa Pos Metro Pekalongan di rumahnya, Jumat 13 Desember 2024.
Kaji Slamet, yang pernah menjabat sebagai ketua RT, merasa jengah dengan birokrasi yang menurutnya berbelit-belit.
"Mau perbaikan jalan saja prosesnya panjang, belum lagi anggarannya banyak potongan. Kalau pakai uang pribadi, minimal wilayah ini cepat teratasi," ujarnya tegas.
Dia pun mengundang pekerja untuk melakukan pengecoran jalan sepanjang 83 meter dengan lebar 4 meter.
Ketebalan 15 sentimeter sampai 20 sentimeter. Proses perbaikan ini mendapat dukungan dari warga sekitar, yang turut membantu secara gotong royong.
Pengerjaan jalan kampung dimulai sejak hari Jumat 6 Desember 2024, dari pembersihan jalan hingga pemadatan, hingga pada Minggu lalu 8 Desember 2024 dicor. Saat ini masih menunggu kering.
"Alhamdulillah, ini niat saya sedekah. Soal biaya tidak perlu dihitung, yang penting jalannya bisa mulus dan warga bisa nyaman," imbuhnya.
Bagi Kaji Slamet, semangat gotong royong warga Tirto menjadi pemantik semangatnya untuk terus berkontribusi.
Dia menceritakan bagaimana selama ini warga sering swadaya untuk memperbaiki fasilitas umum.
"Warga sini kompak. Ini yang membuat saya termotivasi untuk terus membantu," kata suami Tayatun ini.
Meski sudah mendapat beberapa bantuan dari pemerintah, seperti peninggian jalan dalam kampung, Kaji Slamet menilai masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki, terutama akses utama menuju jalan Pantura yang kerap terendam banjir.
"Kalau jalan rusak tidak segera diperbaiki, aktivitas warga terganggu. Motor banyak yang mogok," katanya.
Kaji Slamet berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan wilayah Tirto yang sering terdampak banjir dan rob.
Selain jalan di Gang 2, dia sudah merencanakan untuk memperbaiki jalan di Gang 1 dengan berkomunikasi bersama Ketua RW setempat.
"Selagi saya bisa membantu, saya akan terus membantu, di mana pun berada. Tentu, harapannya pemerintah juga ikut turun tangan lebih serius," tuturnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla