Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wamenbud Giring Kagumi Museum Batik Pekalongan, Janji Advokasi Industri Batik Lokal

Lutfi Hanafi • Senin, 6 Januari 2025 | 07:27 WIB

KUNJUNGAN KERJA – Wamenbud bersama istri Menbud didampingi Ketua Dekranasda Kota Pekalongan saat kunjungi Museum Batik, pada Minggu (5/1/2025).
KUNJUNGAN KERJA – Wamenbud bersama istri Menbud didampingi Ketua Dekranasda Kota Pekalongan saat kunjungi Museum Batik, pada Minggu (5/1/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) RI Giring Ganesha berjanji untuk mengadvokasi permasalahan masuknya baju bermotif batik dari China. Hal ini untuk melindungi keberlangsungan industri batik lokal.

"Kemarin kami mendapatkan aspirasi dari para pengusaha batik muda terkait masuknya baju-baju motif batik dari China dengan harga sangat murah. Ini menjadi ancaman serius. Saat ini kami sedang mengadvokasinya," kata Giring saat melakukan kunjungan ke Museum Batik Pekalongan, Minggu 5 Januari 2025.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga menyampaikan, dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menginisiasi Forum Group Discussion (FGD) lintas kementerian.

FGD tersebut akan melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan, serta para pengusaha batik dari daerah, seperti Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan Cirebon.

"Kami ingin mendengar langsung cerita dari para pengusaha batik tentang apa yang mereka alami. Jangan sampai impor baju motif batik yang murah sehingga mematikan industri batik lokal. Mohon doa agar advokasi ini berjalan baik sehingga regulasi terkait impor tersebut bisa diterapkan," tegasnya.

Selain masalah impor, Giring juga menyoroti pentingnya regenerasi maestro batik tulis dan tenun tradisional yang saat ini terancam tidak ada penerus.

"Banyak maestro yang sudah sepuh, baik di dunia batik maupun kain tenun seperti di Nusa Tenggara Timur. Kita perlu menginspirasi generasi muda agar mau melanjutkan warisan budaya ini," jelas Giring.

Saat mengunjungi Museum Batik Pekalongan, Giring mengapresiasi konsepnya yang memadukan pelestarian budaya dengan pemanfaatan gedung cagar budaya.

Ia juga sempat mencoba proses membatik, mempelajari jenis-jenis canting, dan memahami motif-motif batik khas Pekalongan.

"Namun, masukan dari Ibu Fadli Zon, istri Menbud, tentang perlunya memperkaya informasi sejarah motif batik, bisa menjadi catatan untuk pengembangan ke depan," ungkap Giring.

Terinspirasi oleh budaya mengenakan kain sarung di Pekalongan, Giring juga berencana menetapkan satu hari khusus untuk mengenakan kain batik atau kain tradisional dalam aktivitas dinasnya.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan terus mendorong program immersive batik untuk menarik minat generasi muda dalam melestarikan seni batik.

"Harapan kami, Pekalongan dan kota-kota lainnya tetap menjadi pusat batik Nusantara yang tidak tergantikan oleh produk impor. Mari kita dukung bersama pelestarian budaya ini," tutup Giring.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, yang turut mendampingi kunjungan ini membawa rombongan mengunjungi showroom Dekranasda dan Kampung Batik Pesindon.

"Semoga kunjungan seperti ini bisa dilakukan lagi untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang potensi Kota Pekalongan," kata Inggit. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#museum batik pekalongan #giring ganesha #Wamenbud