Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Para Remaja Desa Wangandowo Mengisi Liburan Sekolah dengan Festival Layangan

Magang • Sabtu, 5 Juli 2025 | 06:00 WIB
SIAP LOMBA : Anak-anak SMP di Wangandowo membuat dua layangan raksasa untuk ikut ambil bagian dalam Festival Layangan.
SIAP LOMBA : Anak-anak SMP di Wangandowo membuat dua layangan raksasa untuk ikut ambil bagian dalam Festival Layangan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Para remaja tanggung di Desa Wangandowo Sabrang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tahun 2025 ini, terbilang cukup kreatif dan inovatif.

Mereka akan mengisi liburan sekolah dengan kegiatan positif. Yakni main layangan bareng pada pukul 13.00 pada Minggu 13 Juli 2025. Lokasinya di lahan kosong sekitar Pabrik Sepatu Desa Wangandowo Sabrang.

Mereka menamai acara ini, Festival Layangan Desa Wangandowo Sabrang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Motor penggeraknya adalah Ipan, yang juga masih duduk di bangku sekolah di SMPN  2 Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Untuk memeriahkan acara ini, Ipan juga sudah membuat pengumuman media sosial (Medsos) terutma lewat story watshapp.  

Dalam pengumuman Festival Layangan tersebut, peserta diingatkan untuk bersenang-senang, tapi tidak boleh rusuh. “Ayo Seneng Seneng Bareng, Ojo Rusuh Tapi Tertib, Ora Ono Juara, Penting Mabur Bareng Bareng.”

Rencana, event ini akan diikuti oleh 20 anak Desa Wangandowo dengan rentang umur 14 tahunan. “Mumpung hari libur sekolah,” katanya Jumat 4 Juli 2025.

Bahkan beberapa anak sudah menyiapkan dua layangan berukuran besar.  Ada 11 anak yang terlibat dalam pembuatan layangan tersebut. Di antaranya, Dani, Abi, Adit, Aldi, Ipa, Rafa, Fandi, Ulum, Adrian, Riki, dan Are.

Mereka membuat dua layangan untuk lomba. Kedua layangan itu dinamai Layangan Cotek Belolong dan Layangan Kelelawar.

Untuk membuat layangan itu, mereka lembur seharian, dimulai dari siang hingga sore hari.

Sementara proses menyampuli plastik dilakukan setelah Magrib hingga malam.

Bahan yang digunakan antara lain senar besar, tujuh batang bambu, serta kantong plastik bekas yang masih bersih. Setiap anak turut iuran Rp 5.000 untuk kebutuhan pembuatan.

“Proses pembuatan dimulai dengan memotong bambu dan merakitnya menjadi kerangka, lalu diberikan senar besar dan disampuli plastik,” kata Dani.

Untuk menerbangkannya, mereka harus bekerja sama secara berkelompok karena ukuran layangan yang sangat besar.

Menurutnya, proses pembuatan menjadi lebih mudah karena ia sudah memiliki dua batang bambu besar yang digunakan sebagai kerangka utama. (syafika saffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#liburan sekolah #kabupaten Pekalongan #Desa Wangandowo #festival layangan