Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Serunya Dolanan Jadul, Anak Batang Tinggalkan Game HP Demi Main Bareng

Lutfi Hanafi • Selasa, 9 September 2025 | 00:35 WIB
MAINAN TRADISIONAL - Beberapa anak di Desa Kecepak, Kabupaten Batang saat dolanan jadul, pada Minggu (7/9/2025).
MAINAN TRADISIONAL - Beberapa anak di Desa Kecepak, Kabupaten Batang saat dolanan jadul, pada Minggu (7/9/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Riuh tawa anak-anak terdengar di Desa Kecepak, Kabupaten Batang, Minggu 7 September 2025.

Bukan karena gadget, melainkan karena asyik memainkan permainan tradisional jaman dulu.

Dari congklak, bekelan, kelereng, kapal otok-otok, hingga membuat pistol dan pedang dari pelepah pisang—semuanya dimainkan bersama.

Tercatat ada 17 permainan jadul yang digelar dalam acara ini.

“Permainan tradisional ini sengaja ditampilkan untuk dikenalkan lagi kepada anak-anak generasi sekarang. Harapannya setelah mengenal, mereka mau memainkan dan akhirnya mencintai dolanan ini,” ujar Nasrul Fajar, panitia penyelenggara.

Di tengah gempuran game digital yang membuat anak cenderung individualistis, dolanan tradisional justru mengajarkan nilai kebersamaan.

Ada kerja sama, kesabaran, olahraga, hingga manfaat edukasi lain yang tumbuh dari permainan bareng.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Oi Tanam Siram, komunitas penggemar Iwan Fals di Desa Kecepak.

Ketua kelompok, Ivan Maulana, menuturkan bahwa acara seharusnya digelar Agustus lalu untuk memperingati HUT ke-80 RI, namun baru bisa terlaksana September karena kesibukan anggota.

MAINAN TRADISIONAL - Beberapa anak di Desa Kecepak, Kabupaten Batang saat dolanan jadul lompat tali karet, pada Minggu (7/9/2025).
MAINAN TRADISIONAL - Beberapa anak di Desa Kecepak, Kabupaten Batang saat dolanan jadul lompat tali karet, pada Minggu (7/9/2025).

“Selain main dolanan, kami juga putar lagu-lagu nostalgia supaya suasana makin terasa seperti jaman dulu,” jelas Ivan.

Kemeriahan semakin lengkap dengan ekspresi anak-anak. Abay Alfareza, 5, misalnya, tampak riang saat membuat keris dari janur kelapa. 

“Saya senang sekali bisa main bareng teman-teman. Lebih seru dari game HP,” ucapnya polos.

Respon positif juga datang dari para orang tua. Banyak yang berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin, agar anak-anak tidak lagi kecanduan layar ponsel.

“Kalau bisa setiap Minggu ada. Anak jadi lebih aktif, tidak hanya sibuk dengan HP,” kata Fatonah, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya.

Gelaran dolanan jadul ini membuktikan, permainan sederhana dari masa lalu ternyata masih relevan untuk mengajarkan keceriaan, interaksi sosial, dan nilai kehidupan di tengah era digital yang serba cepat. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#dolanan #gadget #oi #jadul #Kabupaten Batang