Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kirab Imlek 2577 Kota Pekalongan Meriah, Toleransi Kian Menguat

Lutfi Hanafi • Senin, 2 Maret 2026 | 18:48 WIB

 

MERIAH - Sejumlah peserta kirab dewa-dewa saat berfoto bersama di jalan Hayam Wuruk, di sela-sela pawai, pada Senin sore (2/3/2026).
MERIAH - Sejumlah peserta kirab dewa-dewa saat berfoto bersama di jalan Hayam Wuruk, di sela-sela pawai, pada Senin sore (2/3/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ribuan warga memadati sepanjang jalur Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2577 atau perayaan Cap Go Meh Kota Pekalongan, Senin 2 Maret 2026.

Antusiasme masyarakat menggambarkan  kuatnya nilai toleransi yang telah lama hidup di Kota Pekalongan.

Kirab budaya yang dipusatkan di Klenteng Po An Thian ini menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Bing Wu (Kuda Api).

Baca Juga: Wali Kota Apresiasi Yayasan Swasta yang Mendirikan SLB di Kota Pekalongan
 
Baca Juga: Dorong Perajin Kota Pekalongan Lebih Aktif Ikut Event Luar

Sejak sore hari, kawasan Jalan Belimbing hingga ruas protokol seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Agus Salim dipenuhi masyarakat yang rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan arak-arakan budaya lintas etnis tersebut.

Tak hanya menonton, banyak orang tampak antusias mengabadikan momen dengan tokoh-tokoh ikonik yang tampil dalam kirab, seperti Kera Sakti, Biksu Tong, hingga Ti Pat Kay, serta berbagai replika dewa-dewi yang diarak menggunakan Kio. Kehadiran barongsai dan naga liong semakin menyemarakkan suasana.

Menariknya, kirab tahun ini juga memadukan unsur budaya Tionghoa dengan tradisi lokal Jawa, mulai dari iringan musik tradisional hingga partisipasi komunitas lintas budaya. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus simbol harmoni sosial di Kota Batik.

Baca Juga: Bukber Mewah Hanya Rp 99 Ribu di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan
 
Baca Juga: Menu MBG Viral Tak Layak, Pemkot Pekalongan Sebut Bukan Ranahnya

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid yang membuka acara tersebut menyatakan, Kirab Imlek ini menjadi wajah asli toleransi masyarakat Pekalongan.

“Inilah Kota Pekalongan yang sebenarnya. Toleransinya luar biasa. Walaupun dilaksanakan di bulan puasa, antusiasme masyarakat tetap tinggi dan semua unsur mendukung,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Ia menambahkan, kirab ini bukan hanya bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama jika sektor pariwisata dan UMKM-nya dikemas lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Polisi dan Bhayangkari Kompak Berbagi Takjil di Ramadan Pekalongan

Kirab Ritual dan Budaya Imlek sendiri telah menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat. Meski tahun ini berlangsung di tengah bulan Ramadan dan tanpa festival kuliner pendamping, namun kemeriahan acara tetap terasa dan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berharap tradisi ini terus terjaga sebagai identitas kota yang menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, serta harmoni budaya antarumat beragama. Hingga menjelang waktu berbuka, kirab perlahan selesai.

Ribuan warga menutup kegiatan ini, dengan buka puasa bersama di berbagai lokasi. Apalagi banyak komunitas yang menyediakan takjil gratis. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #imlek #kirab ritual #pekalongan #budaya #Klenteng Po An Thian #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #kota batik