METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Minggu sore menjadi hari milik para pesepeda Pekalongan. Para cyclist berkonvoi dari Kedungwuni ke Lapangan Mataram Kota Pekalongan sejauh 15 kilometer merayakan World Bicycle Day atau Hari Sepeda Dunia.
Acara yang digagas KMJ Saikel Klub Pekalongan ini terbilang spesial. Pasalnya, ini merupakan kali pertama peringatan Hari Sepeda Dunia digelar secara besar dan meriah di Pekalongan.
Tak heran jika antusiasme peserta membludak. Selain dari komunitas-komunitas, banyak pula yang datang sebagai perseorangan untuk turut meramaikan acara pada Minggu sore 7 Juni 2026.
Punggawa KMJ Saikel Klub Pekalongan Muhammad Riziq mengaku awalnya kegiatan tersebut hanya direncanakan sebagai agenda internal komunitas.
Namun ide berkembang setelah panitia memutuskan mengundang komunitas-komunitas sepeda lain di Pekalongan.
“Awalnya hanya untuk teman-teman KMJ saja. Ternyata setelah kami ajak komunitas lain, responsnya sangat positif. Antusiasmenya tinggi sekali sampai akhirnya kami buat seperti ini. Hampir seratus cyclist terlibat," ujarnya ditemui di lokasi acara.
Menurut Riziq, World Bicycle Day menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antarpecinta sepeda yang selama ini aktif di komunitas masing-masing.
“Ya ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan keakraban pecinta sepeda di Pekalongan,” katanya.
Antusiasme peserta bahkan datang dari luar daerah. Salah satu yang cukup mengejutkan panitia adalah kehadiran komunitas sepeda dari Kabupaten Pemalang yang rela datang untuk ikut meramaikan perayaan tersebut.
"Mereka berangkat dari Pemalang sejak pukul 13.00," ungkap Riziq.
Setelah menyelesaikan rute konvoi (strolling), para peserta kembali berkumpul di Kopireg. Suasana makin cair dengan hiburan DJ dan pembagian berbagai doorprize.
Banyak peserta memilih bertahan lebih lama untuk berbincang, berfoto, hingga saling bertukar cerita seputar dunia sepeda.
Allana, peserta asal Kecamatan Karangdadap menilai kegiatan tersebut layak menjadi agenda tahunan. Ia mengapresiasi inisiatif KMJ Saikel Klub menggagas dan mempersiapkan acara meski dalam waktu yang singkat.
“Informasinya, ini persiapannya mendadak dan tenaganya terbatas, tapi hasilnya bisa semeriah ini, tentu luar biasa. Layak jadi agenda tahunan supaya bisa mempererat hubungan antarkomunitas sepeda di Pekalongan," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla