Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kirab 5.000 Tangkir Bubur Suro Tutup Syafaat Festival 2026, Puluhan UMKM Dongkrak Ekonomi Warga Pekalongan

Lutfi Hanafi • Senin, 13 Juli 2026 | 10:49 WIB
BAGI BUBUR : Walikota Pekalongan Aaf dan Kepala Pw BI Tegal, Bimala saat bagikan bubur suri kepada masyrakat langsung usai kirab 500 tangkir Bubur Suro, di Lapangan Leo Krapyak, Minggu (12/7/2026) malam.(Lutfi Hanafi./Jawa Pos Metro Pekalongan)
BAGI BUBUR : Walikota Pekalongan Aaf dan Kepala Pw BI Tegal, Bimala saat bagikan bubur suri kepada masyrakat langsung usai kirab 500 tangkir Bubur Suro, di Lapangan Leo Krapyak, Minggu (12/7/2026) malam.(Lutfi Hanafi./Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Syafaat Festival Bubur Suro 2026 tidak hanya sukses menghidupkan tradisi budaya masyarakat Krapyak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Pekalongan. Melalui keterlibatan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), festival yang berpuncak pada Kirab 5.000 Tangkir Bubur Suro ini mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat geliat ekonomi syariah berbasis budaya lokal.

Ribuan warga memadati kawasan Kelurahan Krapyak, Minggu (12/7/2026), untuk menyaksikan puncak sekaligus penutupan Syafaat Festival Bubur Suro 2026. Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sore hari dengan memenuhi sepanjang rute kirab yang dimulai dari Balai Kelurahan Krapyak menuju Lapangan Sepak Bola Leo sejauh sekitar 200 meter.

Prosesi kirab berlangsung khidmat dan meriah. Gunungan berisi 5.000 tangkir Bubur Suro diarak oleh belasan peserta yang diiringi musik tradisional, doa bersama, serta sambutan hangat masyarakat yang telah menanti momen tersebut sebagai tradisi tahunan menyambut Tahun Baru Islam.

Baca Juga: Kicau Mania Piala SBS 2026 di Pekalongan, Hobi Burung Berkicau Berbuah Wakaf dan Berdayakan Masyarakat

Baca Juga: Patroli Skala Besar Polres Pekalongan Kota Sasar Street Crime dan Balap Liar, Exit Tol Setono Jadi Fokus Pengawasan

Setibanya di lokasi festival, kirab disambut Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), serta tokoh masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan pembagian ribuan tangkir Bubur Suro yang langsung diserbu pengunjung hingga habis dalam waktu singkat.

Di balik kemeriahan kirab budaya tersebut, festival juga membawa dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat. Sekitar 70 stan UMKM memadati kawasan festival dengan menawarkan beragam kuliner, produk kreatif, kerajinan, hingga makanan khas Pekalongan yang ramai diburu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.

Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, mengatakan Festival Bubur Suro mengalami perkembangan signifikan dari tahun ke tahun. Jika awalnya hanya digelar sederhana oleh warga Krapyak, kini festival telah berkembang menjadi agenda budaya yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Menurutnya, semakin banyaknya masyarakat yang datang memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan.

Baca Juga: Festival Bubur Suro Kota Pekalongan Jadi Panggung Ekonomi Syariah, 76 UMKM Ramaikan Bazar dan Edukasi QRIS untuk Warga

Baca Juga: Syafaat Festival Bubur Suro Krapyak 2026 Resmi Dibuka, Tradisi Berpadu Digitalisasi Dorong Ekonomi Syariah Pekalongan

"Tahun ini sekitar 70 stan UMKM ikut meramaikan festival. Pengunjung juga sangat banyak, bukan hanya dari Kota Pekalongan tetapi juga dari berbagai daerah. Ini tentu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujar Walikota Aaf sapaan akrabnya.

Ia menegaskan Festival Bubur Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi yang diwariskan masyarakat Krapyak sekaligus menghidupkan ekonomi lokal.

Pemerintah Kota Pekalongan bahkan berencana mengusulkan Festival Bubur Suro sebagai Warisan Budaya Takbenda agar tradisi tersebut memperoleh perlindungan sekaligus pengakuan yang lebih luas.

Baca Juga: BLK Kota Pekalongan Bekali Peserta Teknik Rias Hadapi Tantangan Dunia Profesional

"Kami ingin tradisi ini terus lestari. Ke depan Festival Bubur Suro akan kami dorong menjadi Warisan Budaya Takbenda sehingga keberadaannya semakin kuat," kata Aaf.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan Syafaat Festival merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Menurutnya, Festival Bubur Suro dipilih sebagai mitra kolaborasi karena memiliki kekuatan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat dan mampu menjadi media efektif untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Baca Juga: Gerakan Indonesia Asri Digelar di Pekalongan, Pegawai Pemkot Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Ajak Warga Peduli

"Kami melihat Festival Bubur Suro memiliki karakter lokal yang sangat kuat. Potensi seperti ini yang ingin kami angkat agar masyarakat semakin bangga terhadap budayanya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi," jelas Bimala.

Selain menghadirkan bazar UMKM, festival juga diisi edukasi transaksi digital melalui QRIS, kampanye literasi keuangan, perlombaan, hingga penggalangan wakaf produktif.

Bimala mengungkapkan, hingga penutupan festival penghimpunan dana wakaf berhasil mencapai sekitar Rp68 juta. Dana tersebut akan dikelola bersama Masyarakat Ekonomi Syariah untuk mendukung program pembibitan varietas biosalin sebagai bagian dari pengembangan pertanian di kawasan pesisir Pekalongan.

Berakhirnya Kirab 5.000 Tangkir Bubur Suro menutup seluruh rangkaian Syafaat Festival Bubur Suro 2026. Lebih dari sekadar perayaan budaya, festival ini membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM, memperluas literasi keuangan syariah, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

"Alhamdulillah penghimpunan wakaf tahun ini mencapai sekitar Rp68 juta. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu dan menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap wakaf produktif semakin tinggi," ungkapnya.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala Festival Bubur Suro pekalongan Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid