Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Festival Bubur Suro Pekalongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda, Pemkot Gandeng Masyarakat Jaga Tradisi Leluhur

Lutfi Hanafi • Senin, 13 Juli 2026 | 15:31 WIB
KULINER BUBUR SURO : Warga Krapyak Pekalongan Utara saat menunjukkan penampakan Bubur Suro Khas mereka dengan kondimen yang komplit, saat Festival kemarin.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
KULINER BUBUR SURO : Warga Krapyak Pekalongan Utara saat menunjukkan penampakan Bubur Suro Khas mereka dengan kondimen yang komplit, saat Festival kemarin.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan -Dukungan masyarakat, panitia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Pekalongan untuk mendorong Festival Bubur Suro sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). 

Langkah ini diharapkan mampu membuat tradisi khas Kelurahan Krapyak semakin dikenal luas sekaligus memperoleh perlindungan hukum sebagai warisan budaya daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid usai menghadiri puncak sekaligus penutupan Syafaat Festival Bubur Suro 2026 di Lapangan Leo Krapyak, Minggu (12/7/2026) malam.

Puncak festival berlangsung semarak dengan kirab 5.000 tangkir Bubur Suro yang diarak dari Kantor Kelurahan Krapyak menuju lokasi acara sebelum dibagikan secara gratis kepada ribuan masyarakat yang telah memadati kawasan tersebut.

Wali Kota yang akrab disapa Aaf mengungkapkan, perkembangan Festival Bubur Suro dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat.

Dari sebuah tradisi sederhana, kini festival berkembang menjadi agenda budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Baca Juga: Kirab 5.000 Tangkir Bubur Suro Tutup Syafaat Festival 2026, Puluhan UMKM Dongkrak Ekonomi Warga Pekalongan

Baca Juga: Kicau Mania Piala SBS 2026 di Pekalongan, Hobi Burung Berkicau Berbuah Wakaf dan Berdayakan Masyarakat

"Festival Bubur Suro terus berkembang. Tahun 2019 masih sederhana, sekarang semakin meriah dengan konsep yang lebih baik dan antusias masyarakat yang luar biasa. Tahun ini jumlah bubur yang dibagikan juga meningkat dari 3.000 menjadi 5.000 porsi," katanya.

Menurut Aaf, Festival Bubur Suro tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, dan identitas budaya masyarakat Kota Pekalongan yang harus dijaga lintas generasi.

Karena itu, Pemkot Pekalongan berkomitmen mengusulkan Festival Bubur Suro sebagai Warisan Budaya Takbenda. Upaya tersebut akan dilakukan bersama masyarakat dan panitia agar tradisi yang telah mengakar ini mendapatkan pengakuan resmi sekaligus perlindungan hukum.

Baca Juga: Patroli Skala Besar Polres Pekalongan Kota Sasar Street Crime dan Balap Liar, Exit Tol Setono Jadi Fokus Pengawasan

Baca Juga: Festival Bubur Suro Kota Pekalongan Jadi Panggung Ekonomi Syariah, 76 UMKM Ramaikan Bazar dan Edukasi QRIS untuk Warga

"Kita ingin tradisi ini terus dijaga. Ke depan, dengan dukungan masyarakat dan panitia, Festival Bubur Suro akan kita dorong menjadi Warisan Budaya Takbenda sehingga semakin dikenal dan terlindungi," tegasnya.

Selain melestarikan budaya, festival juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 70 stan UMKM ikut meramaikan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menilai kolaborasi Festival Bubur Suro dengan penguatan ekonomi syariah menjadi langkah strategis untuk mengangkat budaya lokal sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, tradisi lokal seperti Bubur Suro memiliki nilai budaya yang kuat sehingga layak terus dipromosikan agar masyarakat semakin bangga terhadap identitas daerahnya.

Tak hanya itu, rangkaian kegiatan festival juga berhasil menghimpun dana wakaf produktif sekitar Rp68 juta. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bibit padi Biosalin di kawasan pesisir sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: BLK Kota Pekalongan Bekali Peserta Teknik Rias Hadapi Tantangan Dunia Profesional

Baca Juga: Gerakan Indonesia Asri Digelar di Pekalongan, Pegawai Pemkot Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Ajak Warga Peduli

Tingginya antusiasme warga terlihat hingga akhir acara. Salah seorang pengunjung, Rahmi Rosyada Thoha, mengaku selalu hadir bersama keluarganya dan rekan-rekanya setiap penyelenggaraan Festival Bubur Suro.

Ia menilai pelaksanaan tahun ini berlangsung lebih tertib dengan jumlah Bubur Suro yang dibagikan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bazar nya juga lebih banyak dan rapi, karena digelar di lapangan, buka di jalan.

"Setiap tahun saya datang bersama keluarga. Tadi saya juga sempat beli sendiri bubur suri, untuk oleh-oleh keluarga di rumah," ujarnya, sambal menunjukkan bungkusan bubur suro khas Krapyak.

Kirab 5.000 tangkir Bubur Suro menjadi penutup yang mengesankan bagi Syafaat Festival Bubur Suro 2026. Seluruh bubur habis dibagikan dalam waktu singkat, memperlihatkan besarnya animo masyarakat sekaligus memperkuat optimisme bahwa tradisi khas Kota Pekalongan ini layak terus dilestarikan hingga memperoleh status sebagai Warisan Budaya Takbenda.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
warisan budaya takbenda kota pekalongan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid Festival Bubur Suro