Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Janda di Tirto Bertahan Hidupi Anak dari Bengkel Kecil, BPJS Cairkan Santunan Rp 42 Juta

Lutfi Hanafi • Minggu, 31 Mei 2026 | 12:28 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
SANTUNAN - Tim BPJS Ketenagakerjaan saat menyerahkan santunan JKM kepada Nasocha sebagai ahli waris peserta yang meninggal dunia, Jumat (29/5/2026).
SANTUNAN - Tim BPJS Ketenagakerjaan saat menyerahkan santunan JKM kepada Nasocha sebagai ahli waris peserta yang meninggal dunia, Jumat (29/5/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Duka masih membekas di hati Nasocha, 49, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sejak suaminya, Andi Suseno, 47, meninggal dunia secara mendadak, hidupnya berubah drastis. 

Perempuan tangguh itu kini harus memikul peran ganda sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga untuk menghidupi putri semata wayangnya yang masih berusia 10 tahun.

Di tengah kehilangan sosok suami yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga, Nasocha memilih bertahan.

Ia melanjutkan usaha bengkel sepeda motor yang dahulu dirintis bersama almarhum, meski dengan segala keterbatasan.

“Yang terpenting sekarang bagaimana usaha tetap berjalan dan anak saya bisa terus sekolah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Secercah harapan datang saat BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42.183.570 kepada keluarga almarhum Andi Suseno.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Asti Aprillia Nia, kepada Nasocha sebagai ahli waris, Jumat 29 Mei 2026.

Widhi menjelaskan, santunan itu merupakan bentuk perlindungan negara bagi pekerja dan keluarganya ketika risiko kehilangan pencari nafkah terjadi.

“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada peserta dan keluarganya. Kami berharap santunan ini dapat membantu keberlangsungan ekonomi keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi penopang masa depan anak-anak mereka,” ujar Widhi.

Menurut Widi, kisah Nasocha menjadi gambaran nyata bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga harapan keluarga yang ditinggalkan.

Di sebuah bengkel kecil di Tirto, perjuangan seorang ibu untuk masa depan anaknya kini terus berlanjut, ditemani harapan yang tak pernah padam.

Sementara itu, bagi Nasocha, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Santunan itu menjadi harapan untuk menjaga keberlangsungan usaha keluarga sekaligus menjamin pendidikan putrinya, Fatin Sahira Nisa.

Sebelum meninggal dunia, Andi Suseno memang dikenal sebagai pelaku usaha mikro yang mengelola bengkel sepeda motor, toko suku cadang, hingga usaha mainan anak-anak.

Kini usaha bengkel masih berjalan dengan bantuan seorang mekanik yang bekerja menggunakan sistem bagi hasil.

Sementara itu, Manager Bisnis Mikro BRI, Faid Anwar mengungkapkan, almarhum merupakan Agen BRILink sekaligus peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. 

Menurutnya, manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi perlindungan penting bagi pelaku usaha mikro dan pekerja mandiri.

“Ketika risiko kehidupan datang tanpa diduga, perlindungan sosial seperti ini dapat membantu keluarga tetap bertahan dan melanjutkan kehidupan,” katanya.(han)

Editor : Ida Nor Layla
#bpjs ketenagakerjaan #pekalongan #tirto #santunan