Langkah Kecil PPIR Batang, Bersihkan Sampah di Hutan Jati

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:54 WIB
BERSIH-BERSIH : Belasan anggota PPIR Batang sat bersih-bersih sampah di jalan alas jati Desa Kuripan Subah Batang pada Minggu (27/9/2026).(Lutfi Hanai/Jawa Pos Metro Pekalongan)
BERSIH-BERSIH : Belasan anggota PPIR Batang sat bersih-bersih sampah di jalan alas jati Desa Kuripan Subah Batang pada Minggu (27/9/2026).(Lutfi Hanai/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKLONGN.COM, Batang – Tumpukan sampah rumah tangga dan plastik yang berserakan di salah satu ruas jalan kawasan hutan jati Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, mengusik perhatian Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Korda Kabupaten Batang. Belasan anggota PPIR pun turun tangan membersihkan lokasi tersebut pada Minggu (27/9/2026).

Sampah terlihat menumpuk di pinggir jalan, bahkan sebagian telah berserakan hingga badan jalan. Plastik bekas kemasan dan sampah rumah tangga mendominasi tumpukan tersebut.

Lokasi tersebut sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah. Namun, keberadaan sampah yang awalnya dibuang sembarangan berpotensi memicu kebiasaan serupa. Ketika satu titik mulai dipenuhi sampah, warga atau pengguna jalan lain bisa saja menganggap lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong PPIR Korda Kabupaten Batang mengambil langkah sederhana. Belasan anggota menggelar kerja bakti untuk mengembalikan kebersihan kawasan sekaligus menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak harus menunggu program besar.

Sejak pagi, anggota PPIR terlihat bahu-membahu mengumpulkan sampah yang berserakan. Sampah kemudian dikumpulkan dan dibakar dengan pengawasan ketat agar api tidak merembet ke kawasan sekitar.

Baca Juga: RTLH di Padukuhan Kraton Dicek Langsung, Tepat Sasaran

Baca Juga: Raih Penghargaan, Walikota Aaf Siapkan Tambahan Insentif Guru

Selama proses pembakaran, anggota PPIR memastikan api tetap terkendali. Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, sisa api juga dipastikan padam untuk mencegah munculnya potensi kebakaran, terlebih lokasi berada di kawasan yang dipenuhi pepohonan jati.

Koordinator Daerah PPIR Kabupaten Batang, Waridi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya, masih ditemukannya titik-titik yang dipenuhi sampah menunjukkan perlunya kepedulian bersama.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata anggota PPIR terhadap kebersihan lingkungan. Kami melihat masih ada sejumlah titik yang dipenuhi sampah, terutama sampah plastik dan sampah rumah tangga,” ujar Waridi.

Ia mengatakan, kerja bakti tersebut tidak sekadar bertujuan mengangkut sampah. PPIR juga ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan lokasi tertentu sebagai tempat pembuangan sampah liar.

Baca Juga: Sungai Bendan Kergon Dinormalisasi, Sampah Dikeruk

Baca Juga: Layanan PERINTIS Dibuka, Urus Tanah di Kota Pekalongan 10 Hari

Selain membersihkan sampah, anggota PPIR juga menyampaikan pentingnya menjaga saluran air dan lingkungan sekitar agar tetap bersih. Edukasi sederhana tersebut diharapkan dapat mencegah sampah kembali menumpuk setelah kegiatan kerja bakti berakhir.

Waridi menegaskan, kontribusi anggota PPIR terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Pihaknya ingin kegiatan semacam itu menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kerja bakti saja, tetapi dilanjutkan dengan kepedulian dan tanggung jawab bersama setiap hari,” katanya.

Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga dinilai cukup positif. Warga menyambut baik aksi yang menyentuh langsung persoalan lingkungan di sekitar mereka. Kades setempat Wasduri, dan perankat Desa ikut hadir bersih bersih dalam kegiatan tersebut.

PPIR juga membuka peluang untuk berkoordinasi dengan perangkat desa, pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat lainnya. Kolaborasi dinilai penting agar penanganan persoalan sampah tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi dapat menjangkau lebih banyak lokasi.

Bagi Waridi, menjaga kebersihan bukan semata tugas pemerintah. Masyarakat memiliki peran besar karena sampah yang muncul di lingkungan sehari-hari berasal dari aktivitas masyarakat sendiri.

Karena itu, PPIR Kabupaten Batang berencana melanjutkan kegiatan sosial serupa secara berkala dengan menyasar wilayah yang membutuhkan perhatian. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat ikut bergerak.

“Kami ingin membangun kerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak agar gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkas Waridi.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya PPIR sampah subah Kabupaten Batang