Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Yayasan Kota Kita di dua kawasan yang kerap terdampak bencana, yakni Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Tirto.
Senior Fasilitator Yayasan Kota Kita, Fuad Jamil, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar sosialisasi, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai pemanfaatan informasi cuaca dan iklim dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kami melakukan diskusi kelompok terfokus di Kelurahan Krapyak dan Tirto mengenai bagaimana informasi cuaca bisa membantu mengurangi risiko bencana, termasuk banjir dan rob yang sering terjadi di Kota Pekalongan,” ujarnya, pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Fuad, manfaat informasi cuaca tidak hanya terbatas pada mitigasi bencana. Data dan prediksi cuaca juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor ekonomi masyarakat, seperti pertanian dan perikanan.
“Kami menyosialisasikan sekaligus mendiskusikan bagaimana informasi cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Selain itu, informasi tersebut juga bermanfaat bagi petani maupun nelayan untuk menentukan waktu dan lokasi aktivitas yang lebih aman,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan partisipatif menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut.
“Karena data berasal dari masyarakat, maka hasil diskusinya juga akan kami kembalikan kepada masyarakat dan stakeholder terkait agar dapat dimanfaatkan dalam penguatan sistem mitigasi bencana,” katanya.
Fuad berharap ekosistem penyampaian informasi cuaca dapat berjalan semakin baik dan berkelanjutan, mulai dari penyedia informasi seperti BMKG, pihak yang mendistribusikan informasi, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Harapannya, penyampaian informasi cuaca dapat terus berjalan efektif dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti nelayan, petani, pelaku usaha, maupun warga yang tinggal di daerah rawan bencana,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi cuaca dan iklim semakin meningkat. Dengan informasi yang tepat dan mudah diakses, masyarakat tidak hanya menjadi lebih tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mampu memanfaatkan informasi cuaca untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari secara lebih aman dan produktif.0
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Tirto, Adib Triyono, mengaku masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli memberikan pemahaman baru terkait kondisi cuaca dan ancaman bencana yang dihadapi wilayahnya.
“Kami sangat antusias karena kegiatan ini sangat bermanfaat. Masyarakat bisa berdiskusi langsung dengan para ahli dan mendapatkan informasi yang selama ini dibutuhkan,” ungkap Adib.
Sebagai salah satu wilayah yang rutin terdampak banjir dan rob, warga Tirto menilai informasi cuaca yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
“Informasi cuaca harus selalu diperbarui dan tersampaikan kepada masyarakat. Dengan begitu, warga bisa lebih siap menghadapi potensi banjir dan risiko bencana lainnya,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat terus berupaya membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan berbagai stakeholder terkait dalam penanganan banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayahnya.(han)