Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Antisipasi Banjir dan Rob, Warga Krapyak-Tirto Belajar Membaca Informasi Cuaca dan Iklim

Lutfi Hanafi • Rabu, 3 Juni 2026 | 06:28 WIB
IST
DISKUSI KEBENCANAAN - Tim Yayasan Kota Kita saat menggelar Focus Group Discussion tentang informasi cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.
IST DISKUSI KEBENCANAAN - Tim Yayasan Kota Kita saat menggelar Focus Group Discussion tentang informasi cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana di Kota Pekalongan diajak lebih memahami dan memanfaatkan informasi cuaca serta iklim sebagai langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir dan rob yang selama ini menjadi ancaman tahunan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Yayasan Kota Kita di dua kawasan yang kerap terdampak bencana, yakni Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Tirto.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk membahas bagaimana informasi cuaca dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Senior Fasilitator Yayasan Kota Kita, Fuad Jamil, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar sosialisasi, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai pemanfaatan informasi cuaca dan iklim dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kami melakukan diskusi kelompok terfokus di Kelurahan Krapyak dan Tirto mengenai bagaimana informasi cuaca bisa membantu mengurangi risiko bencana, termasuk banjir dan rob yang sering terjadi di Kota Pekalongan,” ujarnya, pada Selasa (2/6/2026).

Menurut Fuad, manfaat informasi cuaca tidak hanya terbatas pada mitigasi bencana. Data dan prediksi cuaca juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor ekonomi masyarakat, seperti pertanian dan perikanan.

“Kami menyosialisasikan sekaligus mendiskusikan bagaimana informasi cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Selain itu, informasi tersebut juga bermanfaat bagi petani maupun nelayan untuk menentukan waktu dan lokasi aktivitas yang lebih aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan partisipatif menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut.
Seluruh masukan, pengalaman, dan data yang diperoleh dari masyarakat akan dikembalikan kepada warga sekaligus disampaikan kepada berbagai stakeholder terkait, seperti BPBD, Dinas Sosial, dan BMKG, sebagai bahan penguatan kebijakan serta sistem informasi kebencanaan.

“Karena data berasal dari masyarakat, maka hasil diskusinya juga akan kami kembalikan kepada masyarakat dan stakeholder terkait agar dapat dimanfaatkan dalam penguatan sistem mitigasi bencana,” katanya.

Fuad berharap ekosistem penyampaian informasi cuaca dapat berjalan semakin baik dan berkelanjutan, mulai dari penyedia informasi seperti BMKG, pihak yang mendistribusikan informasi, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Harapannya, penyampaian informasi cuaca dapat terus berjalan efektif dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti nelayan, petani, pelaku usaha, maupun warga yang tinggal di daerah rawan bencana,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi cuaca dan iklim semakin meningkat. Dengan informasi yang tepat dan mudah diakses, masyarakat tidak hanya menjadi lebih tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mampu memanfaatkan informasi cuaca untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari secara lebih aman dan produktif.0

Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Tirto, Adib Triyono, mengaku masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli memberikan pemahaman baru terkait kondisi cuaca dan ancaman bencana yang dihadapi wilayahnya.

“Kami sangat antusias karena kegiatan ini sangat bermanfaat. Masyarakat bisa berdiskusi langsung dengan para ahli dan mendapatkan informasi yang selama ini dibutuhkan,” ungkap Adib.

Sebagai salah satu wilayah yang rutin terdampak banjir dan rob, warga Tirto menilai informasi cuaca yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.

“Informasi cuaca harus selalu diperbarui dan tersampaikan kepada masyarakat. Dengan begitu, warga bisa lebih siap menghadapi potensi banjir dan risiko bencana lainnya,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat terus berupaya membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan berbagai stakeholder terkait dalam penanganan banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayahnya.(han)
Editor : Ida Nor Layla
#cuaca #banjir rob #pekalongan #bmkg #tirto