Pemkot Pekalongan Siapkan Penataan Kabel Internet Semrawut

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:01 WIB
PASANG KABEL : Teknisi listrik saat bergelut dengan kabel listrik dan internet di Kota Pekalongan yang cukup semrawut.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
PASANG KABEL : Teknisi listrik saat bergelut dengan kabel listrik dan internet di Kota Pekalongan yang cukup semrawut.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemandangan kabel yang menjuntai dan tiang jaringan internet yang berdiri di sejumlah ruas jalan mulai menjadi persoalan baru bagi wajah Kota Pekalongan.

Kebutuhan internet terus tumbuh, tetapi sarana pendukungnya dinilai tak boleh dibiarkan mengorbankan kerapian dan estetika kota.

Pemerintah Kota Pekalongan kini menyiapkan langkah penataan infrastruktur telekomunikasi agar kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas tetap berjalan seiring dengan upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertib dan nyaman.

Ketua DPRD Kota Pekalongan M. Azmi Basyir mengatakan, keberadaan kabel, tiang hingga perangkat jaringan internet menjadi perhatian karena sebagian diantaranya dinilai mulai mengganggu tata ruang dan keindahan kota.

“DPRD bersama Pemkot akan menindaklanjutinya melalui penataan sarana yang mengganggu, seperti kabel, tiang, dan perangkat Wi-Fi, sehingga keberadaan infrastruktur telekomunikasi dapat lebih tertib,” kata Azmi, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Cinta Monyet Berujung Penganiayaan Siswa di Kota Pekalongan, Sempat Koma

Baca Juga: Serunya Pacu Adrenalin Naik Speedboat di Ujungnegoro

Menurut Azmi, pembahasan regulasi mengenai penataan infrastruktur telekomunikasi ditargetkan dapat dirampungkan tahun ini. Dengan demikian, penerapan aturan dan penataan di lapangan diharapkan mulai berjalan pada 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Kota Pekalongan yang tidak hanya memiliki akses internet yang semakin luas, tetapi juga memiliki lingkungan perkotaan yang aman, nyaman dan sedap dipandang.

“Mudah-mudahan di tahun ini bisa selesai, sudah ada keputusan, dan di tahun depan sudah harus dilaksanakan,” ujarnya.

Persoalan kabel dan tiang jaringan sebenarnya bukan hal baru. Seiring berkembangnya layanan internet, sejumlah provider membangun infrastruktur masing-masing untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kondisi tersebut kemudian membuat tiang dan bentangan kabel semakin mudah ditemui di berbagai kawasan.

Baca Juga: TP PKK Pekalongan Perkuat Kekompakan dan Hidup Sehat

Baca Juga: Dishub Pekalongan Periksa Jukir Viral Serang Pengendara

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan, Pemkot tengah mendorong konsep penggunaan satu tiang secara bersama oleh sejumlah provider.

 

Menurutnya, model tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi jumlah tiang yang berdiri berdampingan maupun kabel yang terlihat semrawut di ruang publik.

“Sekarang masing-masing provider tidak mau satu tiang. Nah, kita sudah desain tiang yang bisa satu tiang untuk bersama-sama,” kata Aaf.

Konsep satu tiang bersama ini disiapkan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap jaringan internet.

Artinya, penataan bukan dimaksudkan untuk mengurangi akses konektivitas, melainkan mengatur sarana pendukungnya agar lebih terintegrasi.

Aaf mengakui, kondisi jaringan utilitas di sejumlah lokasi memang membutuhkan pembenahan. Selain kabel internet, terdapat pula jaringan listrik, telepon dan perangkat pendukung lainnya yang berpotensi membuat tampilan ruang kota terlihat kurang tertata.

“Kita lihat sendiri sudah sangat semrawut. Di satu sisi masyarakat butuh jaringan internet, tapi ya tidak bisa begitu juga. Kita harus sama-sama melakukan penataan untuk keindahan kota,” jelasnya.

Salah satu pilihan yang telah diterapkan di sejumlah daerah adalah menempatkan jaringan utilitas di bawah tanah. Namun, bagi Kota Pekalongan, konsep tersebut dinilai belum menjadi opsi yang paling siap diterapkan dalam waktu dekat.

Karena itu, penggunaan tiang bersama untuk beberapa provider menjadi alternatif yang lebih realistis untuk disiapkan. Selain dapat mengurangi kepadatan tiang, konsep tersebut diharapkan membuat bentangan kabel lebih mudah ditata dan dikendalikan.

 

Persoalan teknis pun masih akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD, termasuk mekanisme penataan, pengadaan tiang bersama serta pembiayaan sarana pendukungnya.

Jika konsep tersebut berjalan, penataan kabel dan tiang jaringan internet di Kota Pekalongan diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika kota.

Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi upaya menyeimbangkan dua kebutuhan yang sama-sama penting: konektivitas digital masyarakat dan wajah kota yang rapi.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid wajah kota Ketua DPRD Kota Pekalongan M. Azmi Basyir kota pekalongan kabel