Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Museum Batik Pekalongan Selalu Menambah Jumlah Koleksi Produk Batik Terbaru, Seperti Apa?

Lutfi Hanafi • Senin, 19 Februari 2024 | 19:15 WIB

DISPLAI BATIK : Salah satu ruangan Museum Batik Pekalongan memamerkan berbagai jenis koleksi batik sebagai warisan nenek moyang.
DISPLAI BATIK : Salah satu ruangan Museum Batik Pekalongan memamerkan berbagai jenis koleksi batik sebagai warisan nenek moyang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pengelola Museum Batik Pekalongan kini menyegarkan ragam displai dengan berbagai koleksi batik terbaru.

Pasalnya museum tidak sekedar tempat penyimpanan barang kuno, tapi sebagai identitas bangsa dan peninggalan nenek moyang yang menyimpan banyak pembelajaran bagi generasi muda.

“Kami mengupayakan beragam koleksi yang bisa dinikmati oleh pengunjung Museum Batik. Bahkan secara rutin mengganti koleksi batik di ruang pamaer atau displai dengan yang lain secara bergiliran,” kata Kepala Museum Batik Kota Pekalongan Akhmad Asror Minggu 18 Februari 2024.

Tidak sekadar menjadi objek wisata, katanya, museum memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bernegara melalui sejarah dan peninggalan dari masa lalu.

Kemudian, dijadikan pembelajaran menuju masa depan.

Menurutnya, Museum Batik Kota Pekalongan di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan ini, memiliki tiga ruang pamer yang menyajikan koleksi-koleksi bertemakan Batik Pedalaman, Pesisiran, dan Nusantara.

Untuk tampilan baru ke depan mengusung tema batik Pedalaman. Pihaknya menyajikan batik Keraton Solo dan Keraton Jogja seperti batik awisan dalem, batik sudagaran, dan lainnya.

“Perlu diketahui, batik Solo dan Jogja, pakemnya sangat kuat hingga sekarang. Sehingga mudah dikenali. Bahkan mencerminkan warganya yang tegas,” urainya.

Untuk tema batik Pesisiran, pengelola akan menampilkan koleksi batik yang mendapatkan pengaruh peranakan Tionghoa seperti Encim.

Bahkan hampir sebagian besar batik peranakan, berada di wilayah pantai utara Jawa Tengah. Kebanyakan keturunan Tionghoa bermukim.

“Mereka mengaplikasikan budayanya dengan batik. Karena itulah, motif-motifnya menyerupai budaya mereka, seperti burung phoenix atau naga. Serta warna merah terang sebagai warna dasar,” jelasnya.

Sedangkan tema Nusantara menyuguhkan jenis batik berdasarkan teknik pembuatan. Seperti batik Tiga Negeri, Bakaran, Gedogan, dan lainnya. Dan menyertakan pula aneka peralatan dan perlengkapan pembuatan batik, dari zaman dulu hingga sekarang.

“Mudah-mudahan keberadaan Museum Batik Pekalongan ini membawa dampak yang baik bagi pelestarian warisan budaya Kota Pekalongan,” jelasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Museum Batik Kota Pekalongan