Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Siwarak Miliki Wisata Pertanian Terpadu, Surga Bunga Matahari, Edukasi, dan Harapan Baru Warga Selokarto

Lutfi Hanafi • Selasa, 22 April 2025 | 05:02 WIB
WISATA - Di Desa Wisata Siwarak pegunjung bisa belajar hortikultura langsung dari alam, memancing, jalan-jalan di taman bunga hingga sekedar bersantai.
WISATA - Di Desa Wisata Siwarak pegunjung bisa belajar hortikultura langsung dari alam, memancing, jalan-jalan di taman bunga hingga sekedar bersantai.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Di kaki bukit yang masih berselimut embun pagi, diapit hutan hijau dan gemericik mata air, warga Dukuh Siwarak, Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, memulai harapan baru.

Pada peringatan Hari Kartini, para perempuan tangguh yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Sekar Kedaton bersama Kelompok Tani Makmur resmi meluncurkan Wisata Pertanian dan Perikanan Terpadu Siwarak, yang juga difungsikan sebagai taman edukasi.

Di tanah seluas lebih dari 3000 meter persegi, terbentang hamparan Taman Rumpuk Batu dengan 3500 batang bunga matahari jenis oil yang bijinya bernilai ekonomis.

 

Bunga-bunga kuning cerah itu berdiri anggun di antara batu-batu raksasa alami yang seolah menjadi penjaga abadi lanskap Siwarak.

Tak jauh dari taman, demplot sayuran segar seperti selada, cabai, seledri, dan terong tumbuh subur.

Area ini bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga sebagai pusat pembibitan yang akan dibagikan ke warga agar semangat bercocok tanam hidup di pekarangan masing-masing.

Sebagai pelengkap, dibangun kolam pemancingan bernama Guyangan, tempat masyarakat bisa bersantai di tengah udara segar pegunungan.

KUNJUNGAN: Wakil Ketua PPPKK Batang Sri Rejeki Suyono saat meresmikan area wisata dukuh Siwarak di Desa Selokarto Kecamatan Pecalungan, Senin (21/04/2025).
KUNJUNGAN: Wakil Ketua PPPKK Batang Sri Rejeki Suyono saat meresmikan area wisata dukuh Siwarak di Desa Selokarto Kecamatan Pecalungan, Senin (21/04/2025).

Peresmian wisata terpadu ini dilakukan oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Sri Rejeki Suyono, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Windu Suriadji.

Momentum ini menjadi simbol nyata bahwa semangat Kartini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang pemberdayaan nyata di akar rumput.

Baca Juga: Serunya Lomba Langenan Ban di Desa Kecepak, Tradisi Lebaran Menyatukan Warga

Kepala Desa Selokarto, Eko Wibowo, menyebutkan wisata ini sebagai rintisan Desa Wisata Siwarak yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian warga dan memberikan pengalaman belajar bagi anak-anak. 

“Kami ingin anak-anak bisa belajar hortikultura langsung dari alam. Mau memancing, jalan-jalan di taman bunga, atau hanya menikmati suasana? Semuanya ada di sini,” katanya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Motivasi Keluarga Matahari Indonesia, yang juga menyuplai bibit bunga matahari oil dengan nilai ekonomi tinggi.

 

Salah satu petani, Jamaludin, mengaku optimistis potensi ini bisa berkembang pesat ke depannya.

Camat Pecalungan Adhi Bhaskoro menjelaskan, pengelolaan wisata ini akan diteruskan oleh BUMDes, sebagai bentuk kolaborasi antara warga dan pemerintah desa.

“Kami ingin wisata ini tidak berhenti sebagai proyek peringatan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama. Di atas Taman Rumpuk Batu, ada hutan yang cocok untuk ground camping. Itu akan jadi destinasi tambahan tahun depan,” katanya.

Bukan hanya keindahan alam yang ditawarkan, Siwarak juga menyimpan jejak sejarah.

Di sekitar kawasan ditemukan batu-batu besar yang diduga sebagai sisa struktur candi. Sayangnya, situs ini belum mendapatkan penanganan dari pihak berwenang.

Warga berharap situs tersebut bisa segera diekskavasi agar menjadi daya tarik budaya tambahan di tengah pesona alamnya.

Apalagi, tak jauh dari taman bunga, terdapat mata air jernih yang tetap mengalir meski kemarau panjang melanda.

Air ini menjadi sumber kehidupan warga, irigasi sawah, hingga wahana bermain anak.

Wisata terpadu ini bukan hanya tentang pemandangan dan potensi ekonomi.

Ini adalah kisah tentang perjuangan, cinta tanah, dan semangat perempuan-perempuan desa yang ingin berdaya.

Dari Siwarak, harapan tumbuh. Bersama matahari, tanah, dan air yang jujur—sebuah desa bersiap menjadi destinasi inspiratif yang mendidik dan menyejukkan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#dewa wisata #Pecalungan #Kabupaten Batang