Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sensasi Canyoning di Batang, Menaklukkan Tebing Curug Sambil Menikmati Surga Tersembunyi di Lereng Pegunungan

Lutfi Hanafi • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:15 WIB
IST
BERANI - Salah satu peminat Canyoning Ranu Kanaya saat berfoto sebelum beraksi menuruni Curug Sipitung dengan rappeling di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.
IST BERANI - Salah satu peminat Canyoning Ranu Kanaya saat berfoto sebelum beraksi menuruni Curug Sipitung dengan rappeling di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kabupaten Batang semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang wisata menuju kawasan Dieng. Tidak hanya menawarkan panorama pegunungan dan pantai, kini Batang menghadirkan wisata minat khusus yang memacu adrenalin sekaligus memanjakan mata melalui aktivitas canyoning, olahraga ekstrem yang mengajak wisatawan menuruni tebing air terjun dengan teknik rappelling menggunakan perlengkapan keselamatan berstandar internasional.

Di balik derasnya aliran air dan hijaunya alam pegunungan Batang, para peserta diajak merasakan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak sekadar berfoto atau menikmati pemandangan, tetapi benar-benar berinteraksi dengan alam melalui petualangan yang menantang keberanian.

Pimpinan Tim Batang Canyoning, Prasetyo Eko, menjelaskan bahwa konsep wisata yang mereka kembangkan menggabungkan unsur petualangan, edukasi keselamatan, dan eksplorasi destinasi alam yang belum banyak diketahui wisatawan.

"Kami mengajak wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Kabupaten Batang, tetapi juga merasakan sensasi menuruni air terjun dengan teknik rappelling yang aman, didukung SOP serta perlengkapan sesuai standar internasional," ujarnya saat ditemui di Desa Kepundung, Kecamatan Reban.

Saat ini Batang Canyoning menawarkan tiga destinasi utama yang memiliki karakter dan tingkat kesulitan berbeda, yakni Curug Sipitung di Dusun Ngelak, Desa Jambangan, Kecamatan Bawang menjadi pilihan paling ramah bagi pemula dan keluarga. Dengan ketinggian sekitar 35 meter, air terjun ini cocok bagi anak-anak maupun orang dewasa yang baru pertama kali mencoba canyoning.

Sementara itu, Curug Gombong di Kecamatan Pecalungan menawarkan tantangan berbeda. Meski memiliki ketinggian sekitar 25 meter, debit air yang deras membuat lokasi ini membutuhkan pengawasan ekstra. Tim selalu berkoordinasi dengan warga di wilayah hulu sungai untuk memantau kondisi cuaca guna mengantisipasi kemungkinan datangnya banjir kiriman.

Bagi pencinta adrenalin, Curug Genting di Kecamatan Blado menjadi destinasi paling menantang. Tebing setinggi sekitar 65 meter, jalur menuju titik awal yang cukup terjal, serta potensi debit air besar dari kawasan ladang kentang di bagian hulu menjadikan lokasi ini sebagai arena favorit para petualang.

"Curug Genting menjadi paket paling ekstrem. Tantangannya tidak hanya saat turun, tetapi juga ketika peserta harus kembali naik menuju area parkir melalui anak tangga yang cukup curam," terang Prasetyo.

Meski tergolong olahraga ekstrem, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh pemandu telah mengikuti pelatihan vertical rescue, sertifikasi K3, serta pelatihan prosedur penyelamatan di medan alam terbuka.

Setiap peserta dibekali perlengkapan lengkap mulai dari helm, pelindung siku dan lutut, sepatu karet khusus, harness, figure of eight, carabiner, hingga sistem tali ganda yang dirancang untuk meminimalkan risiko.

Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi petualangan dari Zurich Insurance. Sebelum dan sesudah kegiatan, seluruh perlengkapan menjalani pemeriksaan ketat sesuai standar operasional.

"Keamanan adalah prioritas utama. Peralatan kami selalu dicek sebelum dan sesudah digunakan agar peserta bisa menikmati pengalaman dengan aman dan nyaman," tegasnya.

IST
KOMPAK - TIM Batang Canyoning berfoto bersama usai menjalankan tugasnya mengamankan perserta turun dari Curug.
IST KOMPAK - TIM Batang Canyoning berfoto bersama usai menjalankan tugasnya mengamankan perserta turun dari Curug.

 

Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta diwajibkan melakukan reservasi minimal satu hari sebelum keberangkatan. Pada hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti briefing keselamatan, pemanasan, serta simulasi penggunaan peralatan sebelum turun ke air terjun.

Menariknya, Batang Canyoning juga menyediakan layanan penjemputan dari Stasiun Batang maupun Stasiun Weleri bagi wisatawan luar daerah yang ingin merasakan sensasi wisata ekstrem ini.

Dalam satu perjalanan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman canyoning, tetapi juga dokumentasi foto dan video, tiket masuk wisata, makan siang, minuman, instruktur profesional, hingga fasilitas P3K.

Popularitas canyoning di Batang terus meningkat seiring maraknya konten wisata petualangan di media sosial. Banyak anak muda tertarik mencoba karena ingin merasakan pengalaman baru yang tidak bisa didapatkan di destinasi wisata biasa.

Salah satunya adalah Ranu Kanaya, peserta canyoning yang mengaku langsung tertarik setelah melihat aktivitas tersebut viral di media sosial.

"Saya memang suka olahraga yang menantang. Awalnya ada rasa takut karena ini pertama kali, apalagi melihat ketinggian air terjunnya. Tapi setelah mencoba dan berhasil turun sampai bawah, ada kepuasan luar biasa. Ternyata tidak semenakutkan yang dibayangkan," ungkap Nay, perempuan asal Limpung yang memang hobi olahraga ekstrem ini.

Menurut Nay, pengalaman canyoning juga memberikan kesempatan untuk mengenal destinasi baru yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi, sekaligus bertemu teman-teman baru dengan minat yang sama.

IST
BERAKSI - Ditengah rappeling meuruni Curug, peminat Canyoning Tri Wulan Suci saat beradegan penuh andrenalin, penuh sensasi tegang namun mengaysikan.
IST BERAKSI - Ditengah rappeling meuruni Curug, peminat Canyoning Tri Wulan Suci saat beradegan penuh andrenalin, penuh sensasi tegang namun mengaysikan.

Hal serupa dirasakan oleh peserta lain, Tri Wulan Suci. Ibu muda asal Gringsing ini, menyebut pengalaman pertamanya menuruni tebing air terjun menghadirkan kombinasi rasa takut, tegang, dan bahagia dalam satu waktu.

"Awalnya saya mengenal olahraga canyoneering dari media sosial. Kebetulan saya mengetahui bahwa di Kabupaten Batang sudah ada wisata minat khusus canyoneering, sehingga saya tertarik untuk mencoba olahraga ekstrem tersebut," ujarnya semangat.

Menurutnya, canyoneering bukan sekadar aktivitas menaklukkan alam, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus sarana untuk mengembangkan ketahanan diri, kerja sama tim, dan rasa percaya antar peserta.

"Alasan saya mencoba canyoneering karena olahraga ini memberikan pengalaman yang sangat menarik di tengah keindahan alam. Selain sensasi dan adrenalin, kita juga bisa melihat langsung pemandangan alam yang luar biasa dari sudut yang berbeda. Ini menjadi kesempatan untuk melampaui batas diri, mencoba hal-hal baru, dan menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan," tuturnya.

Ia mengaku, pengalaman pertama menuruni air terjun memberikan sensasi yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Perpaduan antara rasa tegang, takut, sekaligus kagum terhadap keindahan alam menjadi pengalaman yang berkesan.

"Saat pertama kali mencoba, saya harus melawan rasa takut terhadap ketinggian dan derasnya aliran air terjun. Namun setelah berhasil turun, muncul kepuasan tersendiri. Rasanya luar biasa dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ada kebanggaan karena berhasil menaklukkan tantangan tersebut," ungkapnya.

Meski tergolong olahraga ekstrem, Suci menilai canyoneering tetap aman selama dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan didampingi instruktur yang kompeten.

"Olahraga ini sangat aman asalkan didampingi instruktur bersertifikat dan menggunakan perlengkapan keselamatan standar seperti helm, harness, tali pengaman, serta perlengkapan lainnya. Yang terpenting jangan panik, dengarkan arahan saat briefing, gunakan perlengkapan dengan benar, dan pastikan kondisi fisik dalam keadaan fit. Nikmati setiap momennya karena pengalaman ini benar-benar luar biasa," pungkasnya.

Selain menghadirkan pengalaman wisata yang unik, Batang Canyoning juga mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Seluruh kru dan peserta diwajibkan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama kegiatan agar kawasan air terjun tetap terjaga kebersihannya.

Tim juga memberdayakan masyarakat sekitar sebagai kru lapangan, pemandu, hingga pengelola logistik sehingga manfaat ekonomi dari berkembangnya wisata minat khusus ini dapat dirasakan langsung oleh warga.

Prasetyo berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan wisata petualangan di Batang.

Menurutnya, potensi wisata minat khusus di daerah ini sangat besar karena semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan menantang.

"Batang adalah pintu masuk wisata menuju Dieng. Jika seluruh pihak bisa berkolaborasi, wisata minat khusus seperti canyoning bisa menjadi daya tarik baru yang memperkuat posisi Batang sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah," pungkasnya.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Canyoning #Curug Sipitung #CURUG GOMBONG #wisata Batang #batang