METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Tempat kumpul tidak harus selalu berada di ruangan yang serba modern, justru rasa kekeluargaan akan mudah ditemukan ketika bisa bercanda di tempat yang sederhana.
Bukit Bintang tidak hanya memberikan kehangatan bagi setiap pengunjung yang singgah dan duduk ria di bawah paguyuban yang berdiri berdampingan.
Tiap-tiap yang berdatangan juga membawa berkah dan rezeki bagi setiap pedagang yang menjajakan jualannya dengan harga yang terjangkau.
Oleh sebab itu, tempat ini lebih cocok dinamai Paguyuban Bukit Bintang seperti yang dikatakan oleh beberapa pedagang.
Paguyuban itu sendiri merupakan kumpulan masyarakat yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kesamaan dan tujuan untuk mempererat rasa persaudaraan.
Terletak di kawasan Desa Linggo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kini Pedagang yang berjualan di daerah tersebut lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pemandangan dari bukit juga sangat memanjakan setiap mata yang memandang.
Tidak ada biaya sewa tempat untuk tiap pedagang, karena tempat itu memang resmi milik pemerintah yang sewaktu-waktu bisa mengalami perubahan. Namun untuk saat ini aktivitas pedagang dan pengunjung berjalan lancar seperti biasa.
“Tidak ada biaya sewa apapun, karena ini kan awalnya paguyuban saja. Namun akhirnya banyak yang berjualan dan mampir buat melihat bukit. Orang-orang menamainya Bukit Bintang,” kata Halimah, pedagang makanan dan minuman, pada Minggu 5 Juli 2026.
Kawasan ini berada tepat di sisi kanan jalan. Jadi bila ingin singgah, hendaklah menepi terlebih dahulu, mengingat aktivitas lalu lalang kendaraan juga semakin padat.
Apalagi saat liburan tiba. Pengunjung biasanya datang pukul 15.00 sampai 16.00 WIB. Biasanya, mereka mengabadikan momen senja yang memang dinantikan.
“Saya kebetulan dari Batang. Awalnya saya tahu Bukit Bintang dari media sosial karena sering muncul di beranda dengan pemandangan yang menarik,” tutur Ita, salah satu pengunjung.
Setelah mendatangi langsung ke lokasi, tempat ini memang worth it untuk dijadikan tempat nongkrong.
Selain harga makanan dan minumannya masih cukup terjangkau, pengunjung juga bisa menikmati suasana yang nyaman serta pemandangan alam yang indah, terutama saat sore hari.
“Jadi, menurut saya Bukit Bintang ini bisa menjadi salah satu pilihan tempat nongkrong atau tempat healing. Bisa ngeliat yang hijau-hijau dan menarik untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga,” imbuh Ita.
Kawasan Paguyuban ini sudah dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah. Tentu saja, berkumpul bersama teman, kekasih atau keluarga, tidak harus selalu mewah.
Hal-hal kecil yang diitemukan di pinggir jalan, kadang menjadi momen yang tak terlupakan. (maulida.usna.aulia/ida)
Editor : Ida Nor Layla