METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jika liburan ke pantai biasanya identik dengan bermain pasir, menikmati kuliner atau sekadar duduk memandang laut, Pantai Ujungnegoro di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, punya cara berbeda untuk membuat jantung berdebar.
Wahana speedboat menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona Laut Jawa sekaligus menguji nyali. Begitu mesin dinyalakan dan perahu mulai meninggalkan tepian, sensasi hempasan ombak langsung terasa.
Bagi Kristinus Aris Prabowo, salah satu pengunjung, pengalaman menaiki speedboat di Pantai Ujungnegoro terasa seperti roller coaster, tetapi berada di tengah laut.
"Seru banget pastinya. Rasanya diombang-ambing, mengetes mental dan keseimbangan juga, langsung merasakan hempasan ombak di tengah laut. Kayak naik roller coaster, tapi versi laut," ungkap Aris kepada Metropekalongan.com.
Baca Juga: UMKM Pekalongan Go Digital, Pasar Kini di Genggaman
Sensasi semakin terasa ketika speedboat mulai melaju lebih kencang dan memotong gelombang. Saat perahu terangkat mengikuti hempasan ombak hingga mengambil tikungan, adrenalin pun ikut terpacu.
Sensasi semakin terasa ketika speedboat mulai melaju lebih kencang dan memotong gelombang. Saat perahu terangkat mengikuti hempasan ombak hingga mengambil tikungan, adrenalin pun ikut terpacu.
Menurut Aris, bagian tersebut justru menjadi pengalaman yang paling berkesan. Jantung terasa naik turun, terutama ketika speedboat menghantam ombak dan melakukan manuver di atas air.
Namun, perjalanan bukan hanya soal memacu adrenalin. Dari tengah laut, wisatawan justru mendapatkan sudut pandang berbeda untuk menikmati lanskap pesisir Pantai Ujungnegoro.
Tebing-tebing karang alami terlihat membentang di sepanjang pantai. Di sisi lain, bangunan PLTU Batang menghadirkan wajah modern yang berpadu dengan bentang alam pesisir.
Baca Juga: Antrian IGD Jadi Sorotan, RSUD Bendan Tambah 114 Bed
"Benar-benar memanjakan mata, melihat keindahan laut, PLTU dan tebing-tebing di sepanjang Pantai Ujungnegoro," kata Aris.
"Benar-benar memanjakan mata, melihat keindahan laut, PLTU dan tebing-tebing di sepanjang Pantai Ujungnegoro," kata Aris.
Perpaduan antara alam dan panorama industri tersebut menjadi salah satu daya tarik perjalanan. Wisatawan tidak hanya diajak berkeliling di atas laut, tetapi juga bisa mengabadikan pemandangan dari sudut yang sulit didapat ketika berada di daratan.
Untuk urusan keamanan, pengelola juga menempatkan keselamatan wisatawan sebagai prioritas. Sebelum berangkat, penumpang diwajibkan mengenakan jaket pelampung dan mendapatkan arahan dari pengemudi.
Aris menilai harga yang ditawarkan cukup sepadan dengan pengalaman yang diperoleh. Menurutnya, biaya tersebut masih ramah di kantong, terutama jika jumlah penumpang sesuai kapasitas kapal.
Baca Juga: Parah!! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Terlibat Judol
Ia juga menyarankan wisatawan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Selain mengurangi waktu antri, booking lebih awal membuat perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Ia juga menyarankan wisatawan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Selain mengurangi waktu antri, booking lebih awal membuat perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman, waktu pagi sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 dan sore hari pukul 16.00 hingga 18.00 dinilai menjadi waktu yang menarik untuk mencoba wahana ini.
"Better pagi antara jam 7 sampai 9 dan sore jam 16.00 sampai 18.00. Itu benar-benar best time untuk menikmati suasananya," kata Aris.
Hari kerja juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin lebih leluasa menikmati wahana.
Sementara pada akhir pekan, pengunjung tetap dapat mencoba speedboat, tetapi kemungkinan harus menghadapi antrean yang lebih panjang.
Baca Juga: Miris, Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Miras di Festival Musik Jakarta
Bagi Aris, speedboat Pantai Ujungnegoro memiliki keunikan dibandingkan sejumlah pilihan wisata pantai lainnya di Batang.
Bagi Aris, speedboat Pantai Ujungnegoro memiliki keunikan dibandingkan sejumlah pilihan wisata pantai lainnya di Batang.
Jika sebagian tempat lebih banyak menawarkan kuliner melalui kafe dan warung, speedboat memberikan pengalaman eksplorasi laut yang berbeda.
"Speedboat berbeda dan jarang juga ada wisata seperti ini di Batang. Bisa eksplorasi sepanjang laut," ujarnya.
Ke depan, Aris berharap jumlah speedboat dapat ditambah sehingga wisatawan tidak perlu menunggu terlalu lama.
Ia juga mendorong promosi melalui media sosial diperluas agar semakin banyak wisatawan mengetahui keberadaan wahana tersebut.
Selain jumlah kapal, ia berharap rute perjalanan bisa dikembangkan. Durasi sekitar 20 menit menurutnya sudah cukup menyenangkan, tetapi rute yang lebih panjang tentu akan memberikan pengalaman yang semakin puas.
Harapan serupa datang dari pengelola. Amat berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Batang dapat memperkuat keberadaan speedboat sebagai bagian dari pengembangan wisata Pantai Ujungnegoro.
Baca Juga: Kuliner dan Hiburan Jadi Andalan Pajak Kota Pekalongan
Salah satu fasilitas yang diharapkan adalah pembangunan dermaga. Menurutnya, fasilitas tersebut akan membantu pengelolaan wahana sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Salah satu fasilitas yang diharapkan adalah pembangunan dermaga. Menurutnya, fasilitas tersebut akan membantu pengelolaan wahana sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
"Kami berharap pihak pemerintah daerah dapat membantu dan mendukung adanya speedboat di Pantai Ujungnegoro, termasuk bantuan pembuatan dermaga," tutur Amat.
Lebih dari sekadar wahana pemacu adrenalin, Amat berharap speedboat dapat menjadi daya tarik baru yang ikut menghidupkan kawasan wisata.
Kehadiran wisatawan diharapkan turut memberikan dampak bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar Pantai Ujungnegoro.
Dari hempasan ombak, panorama tebing karang hingga siluet PLTU Batang, perjalanan singkat menggunakan speedboat menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi liburan yang lebih aktif, Pantai Ujungnegoro bisa menjadi pilihan untuk menikmati laut sekaligus menguji keberanian.
Pengelola Speedboat Pantai Ujungnegoro, Amat Darmoko, menjelaskan perlengkapan keselamatan yang disiapkan antara lain jaket pelampung, ring buoy, alat komunikasi HT, hingga asuransi. Kapal dan mesin juga dipastikan dalam kondisi layak beroperasi.
"Safety nomor satu. Sebelum berangkat diberi pelampung dan arahan dari driver, jadi kami tahu apa yang harus dilakukan selama berada di speedboat," ujar Aris, mengapresiasi fasilitas keselamatan yang diterapkan.
Menariknya, keberadaan speedboat di Pantai Ujungnegoro memiliki cerita panjang. Amat menuturkan, wahana tersebut berawal dari tradisi perahu wisata milik warga lokal yang telah beroperasi sejak dahulu, terutama setiap bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.
Seiring perkembangan zaman, perahu tradisional tersebut kemudian digantikan dengan speedboat pada 2020. Perubahan itu dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Pantai Ujungnegoro.
"Kami sebagai pengelola memilih dan meneruskan dengan kapal speedboat dengan keunggulan kapal yang bagus dan mesin yang cepat. Tentunya berharap bisa menarik pengunjung lebih ramai," jelas Amat.
Dalam sekali perjalanan, speedboat dapat menampung hingga delapan penumpang. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp25.000 per orang dengan minimal delapan penumpang. Saat musim liburan, tarif dapat mencapai sekitar Rp30.000 per orang.
Dengan durasi perjalanan sekitar 20 menit, rute speedboat dimulai dari Pantai Ujungnegoro menuju arah barat hingga batas Kali Sono. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke arah timur hingga kawasan perbatasan PLTU Batang.
Wisatawan juga diperbolehkan mengabadikan perjalanan selama berada di atas speedboat. Bagi pengunjung, kesempatan tersebut menjadi bonus tersendiri untuk membawa pulang foto dan video dengan latar laut, tebing pesisir hingga kawasan PLTU Batang.
(han)
Sumber : metropekalongan.com