METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pengembangan destinasi wisata baru di Kelurahan Degayu dan Panjang, Kota Pekalongan, mulai disiapkan secara lebih serius. Selain menata potensi destinasi, penguatan kemampuan masyarakat yang nantinya terlibat sebagai pengelola juga menjadi perhatian.
Salah satu bekal yang diberikan adalah kemampuan digital marketing atau pemasaran melalui media digital.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya agar calon pengelola wisata lokal tidak hanya mampu mengelola destinasi, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Program tersebut dijalankan Rumah BUMN BRI Pekalongan bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinparpora) Kota Pekalongan melalui pembekalan kepada calon pengelola wisata di Degayu dan Panjang.
Fasilitator Rumah BUMN BRI Pekalongan, Noviyanti, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menyiapkan destinasi wisata baru.
Menurutnya, promosi melalui kanal digital perlu dipahami sejak awal agar potensi wisata yang dikembangkan masyarakat dapat memiliki jangkauan pasar lebih luas.
Baca Juga: Pesantren Darul Ikhsan Putri Dibangun, Ini Harapan Aaf
Baca Juga: Rayakan HUT, TNI Gandeng Polri dan Pemkot Pekalongan Bersih-Bersih Gereja
“Digital marketing menjadi salah satu hal penting untuk mendukung pemasaran destinasi. Harapannya, pengelola lokal memiliki kemampuan untuk memperkenalkan potensi wisata secara lebih menarik dan menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Noviyanti, Senin, (24/8/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut memberikan bekal kepada peserta mengenai cara memanfaatkan media digital untuk membangun pengenalan terhadap destinasi.
Peserta juga diarahkan memahami bagaimana mengemas potensi lokal menjadi materi promosi yang menarik.
Dalam kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu itu, Sabrina Naura Ardhani dan Dylipio Fransisko Sinaga hadir sebagai pemateri. Keduanya memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan pemasaran digital untuk memperkenalkan sekaligus membangun daya tarik destinasi wisata.
Bagi Noviyanti, kemampuan membuat konten dan memasarkan destinasi melalui media digital akan menjadi modal penting ketika wisata di Degayu dan Panjang mulai dikembangkan dan dibuka untuk masyarakat.
Baca Juga: Mau Usaha Kue dan Roti, Pelatihan Gratis Ini Bisa Jadi Jalan Keluar
Baca Juga: Tidak Sekedar Praktis, Potongan QRIS kini 0 Persen, UMKM Untung
“Jadi kami memberikan pembekalan digital marketing karena nantinya wisata yang ada di Degayu dan Panjang ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat. Harapannya, pengelola bisa memahami bagaimana membuat konten dan memasarkan potensi wisata melalui media digital,” ujarnya.
Pengembangan ekowisata di dua wilayah tersebut merupakan bagian dari inisiatif KEMITRAAN dengan pendampingan Konsultan SIRKULA Indonesia.
Program ini sekaligus berkaitan dengan persiapan pembukaan Rumah Livelihood di Kota Pekalongan yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas serta membuka peluang penghidupan masyarakat.
Noviyanti menilai keterlibatan masyarakat setempat menjadi kunci dalam pengembangan wisata baru. Karena itu, pembangunan destinasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan orang-orang yang nantinya berada di balik pengelolaannya.
“Harapannya nanti masyarakat yang terlibat bisa lebih siap, bukan hanya dalam mengelola wisatanya, tetapi juga dalam mempromosikannya. Sehingga ketika destinasi ini mulai berjalan, sudah memiliki bekal untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi yang ada,” katanya.
Baca Juga: Kekerasan di SMP Pemalang, 17 Saksi Diperiksa
Baca Juga: Agustus Belum Berakhir, Parkside Mandarin Beri Promo Menarik ini
Penguatan kapasitas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wisata Degayu dan Panjang tidak diarahkan sebatas menghadirkan tempat baru untuk dikunjungi.
Masyarakat lokal dipersiapkan agar dapat mengambil peran lebih besar, mulai dari pengelolaan hingga promosi.
Dengan bekal pemasaran digital, potensi wisata di Degayu dan Panjang diharapkan lebih mudah dikenal, memiliki daya tarik yang kuat, sekaligus mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya, pengembangan wisata ini tidak hanya menghadirkan destinasi baru, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” tutup Noviyanti.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com